Gaya Hidup Sehat ‘ala Rosulullah

6

April 13, 2009 oleh Huruf


Islam mengajarkan gaya hidup termasuk kebiasaan makan yang sehat. Bagaimana saja untunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? Khalifah Ar Rasyid memiliki seorang dokter  yang pernah berkata kepada Ali bin Husain, “Dalam kitab kalian tidak terdapat ilmu kedokteran. Padahal ilmu itu ada dua, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh. “

Ali bin Husain menjawab, “Allah telah menghimpun ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat dari kitab kami. ” Sang dokter bertanya, “Apakah itu?” Ali menjawab, “Makanlah dan minumlah kalian, tapi jangan berlebihan…!”  (QS Al A’raf (7):31)

Kemudian dokter itu berkata lagi, “Rasul kalian tidak meninggalkan sedikitpun ilmu kedokteran?” Ali bin Husain menjawab, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menghimpun ilmu kedokteran dalam ungkapan sederhana, “Lambung adalah gudang penyakit dan diet adalah sumber obat. Berikanlah untuk setiap anggota tubuh sesuai dengan kebiasaannya (alamiahnya).” Dokter itu berkata , “Sayangnya kitab dan nabi kalian tidak memberi peninggalan kepada Jalinus (“Bapak” ilmu farmasi, red).

Dalam Kitab At Tagdziyah An Nabawiyah diungkapkan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,”Sumber asal setiap obat adalah diet (menjaga pola makan). “Hal ini menunjukkan dengan pengaturan pola makan alamiah seperti yang Rasulullah ajarkan, pada hakikatnya obat-obatan kimiawi sintetik tidak dibutuhkan.

Masalah makan sudah menjadi aktivitas yang inheren dalam kehidupan manusia. Ia memainkan peran signifikan dalam keberlangsungan hidup dan kehidupan makhluk-makhluk Allah SWT yang termasuk didalamnya makhluk bernama manusia Bahkan ia merupakan kebutuhan primer yang menjadi indikator kehidupan bagi manusia.

Di antara masalah yang menjadi perhatian banyak pihak terkait makanan adalah diet. Diet sendiri diidentikkan dengan melangsingkan tubuh. Meski sebenarnya diet tidak hanya untuk mengurangi kegemukan, diet juga dilakukan untuk meningkatkan berat tubuh bagi yang tubuhnya berat badan kurang. Intinya terkait dengan pola makan yang sehat. Namun ternyata sedikit kaum muslimin yang memiliki perhatian serius tentang masalah makanan dan minuman.

Kalaupun ada perhatian maka itu lebih terkait pada ada tidaknya makanan tersebut dan bukan pada ajaran Islam yang mulia tentang adab makan dan minum. Sungguh beruntung kaum muslimin, karena mereka memiliki Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya yang memberikan ajaran dan contoh-contoh tentang makanan dan minuman yang boleh maupun tidak boleh dikonsumsi. Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang israf (berlebihan) dalam makan dan minum. Umar bin Khattab berkata, “Jauhilah oleh kalian sifat rakus dalam makan, karena bisa merusak tubuh, mengundang penyakit, serta membuat malas mengerjakan shalat . Karena itu hendaklah kalian bersikap sederhana, karena sikap ini lebih baik bagi tubuh dan menjauhkan diri dari sikap berlebihan.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai orang alim tapi gendut (obesitas).” (HR Abu Nu’aim) Allah Ta’ala berfirman,”Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah (2):168). Yang dimaksud dengan halalan thayyiban ini meliputi jenis makanannya, cara memperolehnya proses mengkonsumsinya. Maka, seorang mukminin yang komitmen dengan keIslamannya termasuk masalah makanan, akan mendapatkan pahala kenikmatan makan makanan terenak di surga. Bahkan Allah SWT yang memerintahkan mereka untuk makan dan minum. Allah berfirman,”(dikatakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Ath Thuur (52):19)

MAKAN DAN KESEHATAN

Kesehatan merupakan asset kekayaan yang tidak ternilai. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah SWT maka manusia rela menebusnya meskipun dengan harga yang sangat mahal. Hanya sedikit orang yang peduli untuk menjaga dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah Ta’ala anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda,”Dua nikmat yang seringkali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari, Imam Ahmad dan Imam Turmudzi). Dalam hadits Turmudzi dam Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa di antara kalian mendapati pagi dalam keadaan sehat wal afiat pada tubuhnya, aman dalam perjalanannya, dan memiliki makanan untuk hari yang akan dilaluinya, maka seakan-akan dunia ini menjadi miliknya.” Pola hidup sehat sangat terkait erat dengan pola makan yang sehat, dibutuhkan pemahaman mendasar terkait dengan konsep kesehatan dan konsep makan yang sehat.

Konsep yang terkait dengan kesehatan adalah konsep ABCD, yaitu :

ACTIVATING – Mengaktifkan sel tubuh untuk mengoptimalkan fungsi dan perannya dalam tubuh. Rasulullah SAW sangat concern dengan kecukupan nilai gizi dari makanan yang menjadikan fungsi-fungsi organ tubuh bisa bekerja secara aktif dan optimal.

BALANCING – Menyuplai nutrisi yang seimbang ke dalam tubuh. Rasulullah SAW memiliki pola makan dan pola hidup sehat yang seimbang. Keseimbangan ini meliputi ruhiyyah (spiritualitas), fikriyah (intelektualitas) dan jasadiyah (fisik). Selain itu, trenyata Rasulullah alaihi wasallam sangat memperhatikan keseimbangan struktur gizi dari makanan yang beliau konsumsi.

CLEANSING – Membersihkan toksin yang telah menumpuk di dalam tubuh selama bertahun-tahun. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga mengajarkan kepada umatnya tentang pembersihan racun dari dalam tubuh (detoksifikasi), baik dengan makanan yang memainkan fungsi pembersihan toksin-toksin berbahaya, dengan teknik pengobatan (bekam, dsb), maupun dengan ajaran ibadah seperti shaum.

DEFENDING – Menciptakan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit. Daya tahan tubuh ini merupakan konsekuensi dari pola hidup dan pola makan yang seimbang, aktif dan terbebas dari toksin-toksin berbahaya. Daya tahan fisik, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sangat luar biasa, sehingga beliau hanya pernah sakit dua kali. Pertama ketika diracun oleh seorang Yahudi dan kedua ketika menjelang wafatnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal bagi keseimbangan dan kesehatan, maka dalam mengkonsumsi makanan harus memperhatikan 3J, yaitu:

JADWAL

Jadwal makan harus disesuaikan dengan circadian rhytm (irama biologis) dengan jam kerka 24 jam sehari. Jadwal ini harus diperhatikan terkait siklus pencernaan dalam tubuh manusia yang biasanya memiliki jadwal sebagai berikut:

A.  Pukul 04.00 s.d. 12.00 wib adalah masa pembuangan. Masa ini adalah jadwal detoksifikasi dengan pembuangan racun. Tubuh secara intensif mengeluarkan sisa-sisa makanan dan sisa metabolisme. Orang yang buang air besar di luar waktu tersebut biasanya memiliki system pencernaan yang bermasalah. Siklus ini membutuhkan energi yang besar. Pada siklus ini sebaiknya makan banyak mengkonsumsi buah dan sayur dan tidak mengkonsumsi makanan padat dan berat karena akan mengganggu intensitas proses pembuangan, menguras energi, dan memperlambat proses pencernaan.

B.   Pukul 12.00 s.d. 20.00 wib adalah siklus pencernaan. Pada masa ini masa yang cocok untuk mengkonsumsi makanan padat sumber karbohidrat, lemak dan protein. Hal ini disebabkan karena pada masa ini siklus pencernaan bekerja lebih aktif.

C.    Pukul 20.00 s.d. 04.00 wib adalah siklus penyerapan. Tidak dianjurkan untuk makan makanan pada diatas jam 20.00 wib karena lambung tidak boleh sesak dengan makanan pada saat tidur. Saat tidur tubuh bekerja untuk menyerap, mengasimilasi, dan mengedarkan zat makanan. Kurang tidur di malam hari akan mengganggu siklus penyerapan dan menguras energi. Selain itu perlu juga dipadukan dengan parameter pencernaan yang bisa dirasakan manusia terkait dengan lapar dan kenyang.

Kajian pola makan Rasulullah juga ternyata sesuai dengan jadwal tersebut, namun Rasulullah juga memadukannya secara seimbang dengan prinsip “makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.” Parameter ini bersifat dinamis karena langsung dirasakan dan dipraktekkan oleh pelakunya. Memang dibutuhkan kesadaran yang utuh untuk bisa memadukan secara seimbang kedua parameter tersebut.

JENIS

Rasulullah SAW mengkonsumsi makanan-makanan alamiah yang mengandung zat-zat kimia organic dan bukan zat-zat kimia sintetik. Zat-zat kimia sintetik tanpa kita sadari dalam jangka panjang dapat membahayakan tubuh. JUMLAHRasulullah SAW melarang makan secara berlebihan. Contohnya, meskipun daging merupakan makanan kesukaan Rasulullah  SAW namun beliau tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda,”Makanan satu orang cukup untuk dua orang. Makanan dua orang cukup untu.k empat orang. Dan makanan empat orang sebenarnya cukup untuk delapan orang.”(HR.Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi). Rasulullah SAW juga bersabda,”Seorang mukmin makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR Muslim, Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah).

POLA HIDUP SEHAT RASULULLAH

Prof. Dr.Musthofa Romadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah SAW berdasarkan riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:

A    Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk mengoptimalisasi metabolisme tubuh. Hal ini jelas sangat besar dan pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

B     Di pagi hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu

C.   Di pagi hari pula Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam membuka menu sarapannya dengan segelas air putih yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit.

D.   Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa (matang). Beliau pernah bersabda,”Barang siapa makan tujuh butir kurma maka kan terlindung dari racun.”

E.    Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan. Roti dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin

F.   Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguarkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit

G.   Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda,”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)

H.  Rasulullah SAW sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula beliau lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh.

I.   Rasulullah SAW tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Karena itulah beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

Sumber: Majalah Alia no II Tahun V Rabiul Sani – Jumadil Awal 1429 H / Mei 2008

About these ads

6 thoughts on “Gaya Hidup Sehat ‘ala Rosulullah

  1. Dery mengatakan:

    duh gmna y… klo begadang msh jd mslh buat Q… coz Q kerja di warnet… jd msti gadang… gmna nih solusinya…

  2. ismu mengatakan:

    ohh..
    ternyata.,

    berarti kita butuh..

  3. stainless tanks mengatakan:

    Wah Patut dicontoh ny.

  4. arya sukarya mengatakan:

    Mudah mudahan saya bisa menjalaninya

  5. ivenx oy'z mengatakan:

    wah … enak ni baca2 baca gaya hidup …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 303,066 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • Hermeneutika Praktis Dari Surat al-Quraisy (Menelusuri Jiwa Entrepreneur Dari al-Qur’an) September 17, 2014
    Oleh: MA. Zuhurul Fuqohak[*] TANBIHUN.COM- Al-Qur’an banyak bercerita kisah. Perjalanan masa lalu diulang-ulang. Seakan dia ingin menggambarkan bahwa kehidupan itu hanya berputar-putar. Dari satu titik, ke koma, ke spasi, ke kata, kalimat dan berbentuk prosa. Tak lebih, jika ingin membuat ucapan indah dalam tulisan, maka sampai kapan pun harus mengulang memb […]
  • Macam-macam Zuhud Juli 18, 2014
    TANBIHUN.COM- Menurut para ‘Ulama, zuhud itu ada dua macam; Pertama, Zuhud yang mampu dikerjakan oleh hamba Alloh. Kedua, Zuhud yang tidak mampu dikerjakan oleh hamba Alloh. Sedangkan Zuhud yang mampu dikerjakan oleh hamba Alloh ada 3 macam: Tidak mengejar kesenangan dunia yang tidak ia miliki. Membagikan kesenangan dunia yang terkumpul padanya. Tidak menghe […]
  • Filsafat Kelahiran Bayi Dan Pilpres Juli 15, 2014
    TANBIHUN.COM- Malam itu saya kedatangan tamu, seorang sahabat,saudara sekaligus teman bercerita. Dilihat dari usianya beliau tidak terpaut jauh dengan almarhum bapak saya. Uniknya beliau ini tidak canggung berteman dengan saya yang usianya seusia anaknya. Kali ini Pak de So (begitu biasa saya memanggilnya) memulai perbincangan soal quick count dan real qount […]
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: