SYARAT SAH IMAN DAN SHAHADAT DALAM PERSPEKTIF KH.AHMAD RIFA’I

Tinggalkan komentar

Desember 1, 2008 oleh RIFA'I AHMAD


Bismillahirrahmannirrahiim.

Dalam kitab Tahyirah Muhtashor, Asy Syekh Ahmad Ar Rifa’i berkata :

“Utawi syarat sahe iman lan syahadat iku arep asih ingsekabihe syari’ate nabi Muhammad”

kutipan kalimat diatas akan didapati dalam kitab Tahyirah karya monumental dari syekh Ahmad Ar Rifa’i Al Jawi, seorang ulama kharismatik yang pernah hidup pada abad ke 18 M. kalau dilihat lafadznya mungkin sederhana sekali akan tetapi maknanya sangat dalam, karena menyangkut sah dan tidaknya syahadat dan iman seseorang yang artinya orang bisa menjadi kafir apabila hal tersebut diatas tidak diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

seseorang dikatakan sah iman dan syahadatnya apabila ia telah benar2 cinta dan menrima dengan sami’na wa atho’na apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. baik meliputi hukum, khobar maupun janji. intinya apa yang datang dari Nabi Muhammad Saw harus di imani, diyakini dan diamalkan tanpa melakukan tawar menawar.

ada satu kisah menarik dalam hadis Shahih Bukhori: bahwa dulu Rasulullah saw pernah menghukum potong tangan kepada seorang perempuan di Madinah yang telah ketangkap basah sedang mencuri. setelah keputusan dibacakan, maka Rasul pulang kerumah, sememntara para sahabat kemudian berunding untuk membahas keputusan dari Rasulullah tersebut. mereka sepakat bahwa mereka mentaati dan mendengarkan keputusan Rasul itu, akan tetapi mereka hendak mengajukan dispensasi hukuman kepada Rasul untuk perempuan tersebut dengan alasan bahwa perempuan tersebut adalah putri dari orang terpandang di Madinah, dikawatirkan apabila eksekusi tetap dilakukan maka eksesnya akan berimbas kepada masyarakat muslim disana. setelah mereka berunding cukup lama, maka diutuslah Usamah Bin Zaid untuk menelui Rasulullah. perlu diketahui bahwa Usamah ini merupakan cucu angkat dari rasulullah Saw. Rasul Mencintai Usamah sebagaimana beliau mencintai Hasan dan Husain, disamping itu Usamah juga dikenal mempunyai bahasa yang sangat halus sehingga dirasa cukup pantas untuk mengemban tugas yang maha berat ini.

Pada hari yang telah ditentukan, datanglah Usamah menghadap Nabi. melihat Usamah datang maka bahagialah Rasulullah sampai mukanya nampak berseri-seri. Namun ketika Usamah menyampaikan maksud kedatanganya yang akan meminta dispensasi hukuman buat perempuan yang diputuskan untuk dipotoing tangannya tersebut, seketika roman muka beliau berubah 180 derajat, muka beliau merah padam karena marah luar biasa karena syariat telah ditawar. sontak beliau bersabda:” Wahai Usamah Demi Allah yang Jiwaku berada dalam genggamannya, tidaklah Allah merusak umat sebelum kamu kecuali apabila orang2 terhormat diantara mereka yang mencuri maka mereka bebaskan dari segala hukuman, akan tetapi apabila yang mencuri adalah orang2 lemah maka kalian tegakkan hukum dengan setegak-tegaknya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri maka niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Ringkasan cerita diatas menggambarkan kepada kita bahwa semua syariat yang datang dan disampaikan oleh Nabi harus kita dengarkan dan kita taati tanpa ditawar-tawar. Mernawarnya saja terlarang apalagi merubahnya.

Dewasa ini dinegara Kita ada suatu kelompok yang memproklamirkan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal yang digawangi oleh para Intelektual muda Indonesia. Jaringan ini sedemikian vulgar dalam mengobok-obok syariat Islam, menjungkir balikkan ayat, memotong-motong hadis demi kepentingan mereka. Mereka menafsirkan al Qur’an dengan menggunakan teknik Hermeunetika sebuah metode penafsiran yang dikembangkan oleh gereja. Agar metode ini bisa digunakan untuk Al Qur’an maka hal poko yang harus dilakukan adalah menganggap Al Qur’an bukanlah kitab suci yang datang dari Allah, namun hanya sebagai buah perenungan panjang dari Nabi SAW dan merupakan produk budaya Arab. Naudzubillah MinDzalik kebohongan apa yang sedang mereka buat????

mereka mengemukakan berjilbab bukan merupakan kewajiban bagi wanita, karena jilbab menurut mereka adalah batas kesopanan dalam berpakaian pada setiap daerah, yang bisa jadi berbeda2 pada masing2 daerah. dan masih banyak pemutar balikan syariat Islam yang suci untuk disesuaikan dengan ligika dan pola pikir dangkal mereka.

lalu bagaimana status mereka???. kalau kita merujuk pada tulisan Syekh Ahmad Ar Rifai diatas maka sudah jelas, walaupun mereka mengaku beriman dan membaca Syahadat berulang2 namun iman dan syahadat mereka tidak sah alias batal.

oleh sebab itu, sebagai muslim yang baik mari jalankan Islam dengan kaffah dengan sempurna walaupun pada prakteknya sangat berat, namun pada hati kecil kita, kita harus tetap myakini dan mencintai semua syariat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW sembari senantiasa memohon anugerah dari Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk bisa selalu berada pada Shiratol Mustakiim.

Warning to santri Rifaiyah dimanapun berada kaji terus kitab Ireng ngga usah aneh2 insya Allah selamat dunia akherat. mari bendung pemahaman sesat dengan meningkatkan aqidah dan keimanan kita.

Smoga Allah memberiakan Maghfiroh serta mengucurkan rahmat kepada Kita semua Amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,550 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: