MEMBEDAH QUNUT SUBUH

Tinggalkan komentar

Desember 14, 2008 oleh RIFA'I AHMAD



Qunut Subuh merupakan masalah khilafiyah dari dulu sampai sekarang, para ulama generasi ketiga yaitu para Imam Madzhab ,berbeda pendapat tentang masalah ini. Imam Abu Hanifah pembangun madzhab Hanafi menyatakan bahwa qunut subuh tidak disunnahkan selama tidak terjadi bencana, sementara imam Asy Syafi’i menyatakan kesunnahan qunut subuh secara mutlak, ada atau tidak adanya bencana. ( Bidayatul Mujtahid Juz 1 )

Ulama madzhab Syafi’i mendasari pendapatnya dengan mengemukakan beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik dimana beliau berkata :

Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berhenti sholat shubuh sampai beliau wafat ( HR.Hakim dalam Mustadraknya ).

Amiirul mukminin fil hadits Imam Nawawi dalam kitabnya AdzKarun Nawawiyyah mengomentari bahwa hadits tersebut kualitasnya shahih. Adapun Al Asqolaniy berkomentar dalam takhrijnya bahwa hadits tersebut hasan li ghoirihi.

Al Hafidz Al Iraqi guru dari Ibnu Hajjar sendiri sebagaimana dikutip oleh Al Qasthalani dalam Irsyadussariy sarah Shahih Bukhariy menjelaskan bahwa qunut subuh itu diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali dan Ibnu Abbas RA kemudian beliau berkomentar ” Telah sah dari mereka ( para shahabat ) dalil tentang qunut tatkala terjadi pertentangna antara pendapat yang menetapkan dan meniadakan maka didahulukan pendapat yang menetapkan.”

Seorang ulama Ahlu Sunnah dari golongan tabiin, Imam Hasan Basri berkata,: “Aku pernah bersembahyang dibelakang dua puluh delapan orang dari pahlawan Badar ( Ahlul Badar), mereka semua melakukan qunut shubuh sesudah ruku” (Irsyadussariy sarah Bukhority Juz 3).

Bebarapa ulama memandang, bahwa kualitas hadits di atas, baik yang diriwayatkan oleh Al Hakim. Turmudzi ataupun ibnu Majjah mempunyai sanad yang dhaif ( lemah ), karena semuanya melalui seorang rawi yang bernama Abu Ja’far Ar Razy yang mempunyai nama asli Isa bin Abi Isa. Rawi ini dilemahkan oleh para ahli hadits diantaranya adlah Abdullah bin Ahmad Bin Hanbal, Imam Abu Zuhroh, Imam Fallas, Al Madini serta Ibnu taymiyyah. Bahkan ibnu Taymiyah menuduh Ar Razy sebagai seorang pendusta. ( Hadis-hadis dhaif dan maudhu’ Juz 1)

Benarkah apa yang dikatakan Ibnu Taymiyyah tersebut ?

Abu Ja’far Ar Razy. Nama Asli beliau adalah Isa Bin Maahaan yang berkunyah Abu Isa. Menurut pakar hadist beliau layak diterima haditsnya. Beliau lahir di Bashrah dan tinggal di Razy. Yahya bin Ma’in yang merupakan guru dari Imam Bukhori mengatakan bahwa Abu Ja’far adalah orang stiqoh ( Terpercaya ). Abu Hatimpun berkata demikian, bahwa Abu Ja’far itu adalah Tsiqotun Shoduq ( terpercaya lagi jujur ). Berdasarkan komentar para ulama diatas maka hadits yang di riwayatkan oleh Abu Ja’far Ar Razy dapat di terima.

Abu Bakar Jabir Al Jazairi dalam kitabnya Minhajul Muslim mengatakan bahwa Di sunnahkan Qunut Subuh ba’da ruku’ dan dikomentari dalam tahkik kitab tersebut bahwa qunut subuh telah tsabit dalam shahihain.

Terlepes dari perdebatan tersebut di atas, penulis merasa cocok dengan apa yang dkatan oleh An Nawawi dalam Syarah Shahih muslim bahwa qunut subuh bukan termasuk dalam rukun sholat yang apabla ditinggalkan maka sholatnya pun tidak menjadi batal.

Ada suatu ungkapan indah dari Sayyid Rasyid Ridho yaitu “MARILAH KITA SALING BANTU DALAM HAL YANG KITA SEPAKATI, DAN SALING TOLERANSI DALAM HAL YANG KITA PERSELISIHKAN.”

Kalau itu bisa kita lakukan maka Islam akan menjadi agama yang sangat indah.

Wallohu a’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: