MENSIKAPI MAKNA HIJRAH

Tinggalkan komentar

Desember 29, 2008 oleh RIFA'I AHMAD


Era penting dakwah Rasulullah yaitu saat pra hijrah di Mekah dan masa paska hijrah di Madinah al-Munawwarah

Oleh: Amiruddin Thamrin MA *

Kalender (takwim) merupakan alat dan sarana penting yang dibutuhkan manusia dalam interaksi antara kehidupan sesama sehari-hari. Abu Musa Al-Asya’ri r.a, Gubernur Kufah (Irak) kala itu menyampaikan kepada khalifah Umar bin Khattab r.a agar dalam surat-suratnya membubuhkan tarikh kapan surat tersebut ditulis. Kemudian Khalifah Umar bin Khattab mengajak para tokoh-tokoh sahabatnya untuk bermusyawarah mencari solusi permintaan dimaksud.


Musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Al-Faruk sepakat menjadikan kalender Islam dimulai dari tahun saat peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah yang kemudian kalender Islam tersebut disebut Tahun Hijriyah.

Tampaknya para sahabat menyadari bahwa peristiwa hijrah Rasul SAW merupakan kejadian yang paling cocok dijadikan awal tahun Hijriyah dibandingkan dengan peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam seperti; kelahiran dan wafatnya Baginda Rasul SAW, tahun diangkatnya Muhammad SAW sebagai Nabi, peristiwa diisra dan mi’rajkannya Nabi SAW ataupun saat Mekah ditaklukan (Fathul Mekah). Perlu dicatat Rasulullah sendiri hijrah didampingi sahabat setianya Abubakar Siddik r.a pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ke13 Kenabian (tahun ke 13 kenabian dalam pendapat kuat para ahli sejarah) bertepatan dengan bulan September tahun 622 masehi.

Prestasi keberhasilan dakwah dan kemenangan dalam sejarah dakwah Nabi SAW semua terjadi setelah hijrahnya Rasul SAW, jadi tepat sekali ketika Khalifah Umar bin Khattab menyetujui dan mendeklarkan peristiwa Hijrah Rasul SAW dari Mekah ke Madinah yang diusulkan oleh Sayidina Ali bin Abu Thalib r.a dan Sayiduna Utsman bin Affan r.a saat musyawarah sebagai awal perhitungan tahun kalender Islam yang akhirnya disetujui oleh semua sahabat. Peristiwa hijrah yang dijuluki Khalifah Umar sebagai penentu antara yang hak dan yang batil.

Lalu kenapa dijadikan bulan Muharram sebagai bulan awal tahun kelender Islam, kenapa tidak dimulai dari bulan Rabiul Awal, bulan peristiwa hijrahnya Rasul SAW? Pertanyaan dimaksud dijawab oleh Imam Sakhawi dalam kitabnya Al-I’laan bi al-tawbikh liman dzamma al-Tarikh bahwa bulan Muharram sebagai awal bulan perhitungan kelender tahun hijriyah karena niat Rasul SAW untuk berhijrah sudah ada sejak bulan tersebut (Muharam). Selain itu, menurut Khalifah Umar dan sejumlah sahabat lainnya bulan Muharram adalah bulan dimana para haji telah selesai melakukan manasik dan keperluan haji lainnya. Seolah-olah umat telah siap aktif untuk memulai kehidupan barunya. Juga, bulan Muharam termasuk bulan haram (bulan-bulan sangat dihormati) pada masa jahiliah maupun Islam.

Setelah sahabat memilih hijrah Rasul SAW sebagai awal untuk memulai hidup baru pada tahun yang baru, lalu ada apa sebenarnya dengan hijrah? Rahasia apa yang mungkin bisa diambil sebagai pelajaran penting dari hijrah Rasul SAW?

Pelajaran Hijrah

Pelajaran penting dari hijrah luas dan menyeluruh menyangkut berbagai aspek penting kehidupan, yang tidak cukup dimuat dikupas dalam artikel singkat ini. Secara global kita kutip sejumlah pelajaran yang mungkin bisa dipetik yaitu sbb;

· Hijrah para sahabat ke Habsyah (Ethiopia) dan ke Madinah menekankan bahwa Allah SWT menjadikan kesucian dan kehormatan agama (akidah) atau akidah di atas segalanya. Asal muasal, ras, daerah, kedudukan, harta, jabatan … tidak ada artinya jika agama dan dakwah serta syi’ar Islam dalam bahaya. Karenanya Allah SWT mewajibkan kepada hambanya untuk berkorban, berjihad dan berhijrah demi pembelaan dan mempertahankan akidah dan agama;

· Islam mengajarkan umatnya untuk selalu aktip dan dimanis (harakah), tidak statis dan monoton namun terus bergerak berupaya memberikan kontribusi untuk memelihara dan memakmurkan kehidupan dunia dengan mengetengahkan segala macam manfaat bagi manusia dan kemanusiaan, dalam kata lain senantiasa berada dalam hijrah yang aktif, bukan pasif tanpa harakah.

· Hijrah merupakan titik tolak untuk memasuki era baru. Dimulai dari era diklat (pendidikan dan pelatihan) akidah (tauhid) selama 13 tahun di Mekah al-Mukarramah kemudian kepada masa pembinaan dan penataan hukum dan sosial di Madinah selama 10 tahun. Oleh karena itu ayat-ayat al-Qur’an yang diturunkan di Mekah (makiyyah) mayoritas membahas tentang tauhid keesaan Allah SWT, sedangkan ayat-ayat yang diturunkan di Madinah (Madaniyah) mayoritas membahas tentang masalah hukum dan sistem kehidupan sosial masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa menciptakan kehidupan sosial dan tatanan hukum yang ideal, akan sangat mudah diterapkan jika keimanan (akidah) telah melekat kuat.

· Peristiwa hijrah mengilhami setiap pribadi muslim untuk senantiasa optimis bahwa di mana ada kemauan dalam upaya kebenaran, di situ ada jalan pertolongan Tuhan. Contohnya Rasul SAW dan para sahabatnya (muhajirin) mendapatkan dukungan dan bantuan dari masyarakat Madinah (Anshar). Lebih dari itu antara muhajiran dan anshar memilki tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) yang sangat kuat, lebih dari ikatan keluarga, hal ini juga agar dapat diambil sebagai momentum untuk senantisa memelihara dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama umat. Seperti sekarang ini hendaknya senantisa mempunyai kepedulian dan perhatian, paling tidak mendoakan agar saudara-saudara kita bangsa Palestina yang sedang ditindas oleh zionis Israel di tanah air mereka sendiri (Gazza) segera mendapatkan pertolongan dari allah SWT, juga terhadap umat Islam tertindas lainnya.

· Peristiwa Hijrah juga dapat dijadikan momentum untuk segera meninggalkan dn memerangi hawa nafsu. Hijrah tidak hanya perpindahan dari tempat kepada tempat lain, dalam makna luasnya hijrah berarti menangggalkan hawa nafsu syaitan dan kebiasaan buruk dan menggantikannya dengan mengenakan pakaian nilai-nilai akhlak luhur dan mulia, baik dalam kaitan hubungan antara manusia maupun hubungan dengan Tuhan manusia. Perang terhadap hawa nafsu ini merupakan target utama hijrah dan jihad dalam Islam.

· Peristiwa tahun baru hijriyah bukanlah sekedar peringatan tanpa bekas, namun hendaknya menjadi momen penting untuk bangkit demi kemajuan dan kejayaan umat dan manusia secara universal. Sadar, Islam sampai ke Indonesia dan menjadi agama kita, tidaklah mungkin terjadi kalaulah bukan karena hijrah, jihad dan pengorbanan Rasul SAW, sahabat dan para pendahulu kita khususnya para penyebar agama dari Hadramaut (Yaman) dan Gujarat.

· Terakhir, satu hal yang tidak kalah pentingnya hendaknya timbul atau terus senantiasa menggunakan kalender takwim hijriyah dengan penuh percaya diri, karena hal tersebut akan lebih terpanggil untuk mengingat kembali keagungan nilai-nilai sejarah agama Islam termasuk kepahlawanan umat Islam sebelumnya yang menjadi kebanggaan umat, yang pada gilirannya dapat menjadi semangat motivator dalam pengabdian, pengorbanan dan dakwah bagi generasi umat sekarang dan berikutnya. Kullu ‘amin wa antum bi alfi khair.

Penulis tinggal di Damaskus, Suriah (www.hidayatullah.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: