MUSLIM JERUK MANIS

Tinggalkan komentar

Desember 30, 2008 oleh RIFA'I AHMAD


Ada empat tipologi muslim berkaitan dengan Al Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadis Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim, dimana Nabi bersabda,” Orang mukmin yang membaca Al Qur’an itu ibarat jeruk manis, baunya harum dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an ibarat kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al Qur’an ibarat minyak wangi, baunya harum semerbak namun rasanya pahit. Sedang orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an ibarat buah kamarogan, tidak ada baunya dan rasanya pahit. ( HR. Bukhari dan MUslim)

Hadits di atas mestinya tidak dipahami sebagai prediksi semata, namun sebagai kritikan atas umat Islam. Muslim yang ideal adalah muslim yang utrujji ( Muslim jeruk manis ) yang membaca atau menghapalkan Al Qur’an, memahami kandungannya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tipologi muslim seperti ini pula yang di dambakan oleh para pendahulu kita seperti KH. Ahmad Rifa’i, KH. Hasyim Asy’ari ataupun KH. Ahmad Dahlan.

Akan tetapi kenyataan yang ada sekarang, umat Islaqm Indonesia baru sampai pada tingkatan Muslim Raihani ( Muslim Parfum ) yang baunya semerbak namun rasanya pahit, sedikit sekali yang mencapai muslim tamri ( Muslim Kurma ) yang mengamalkan ajaran Al Qur’an kendati tidak hafal Al Qur’an. Dan boleh jadi yang paling banyak, umat Islam sekarang adalah Muslim Handhali ( Muslim Kemarogan ), yaitu muslim yang tidak pernah membaca Al Qur’an dan juga tidak mengamalkan isinya.

Bagaimanapun juga, kesemarakan pendidikan Al Qur’an memang terasa dimana-mana. Hampir setiap sudut-sudut desa ada taman pendidikan Al Qur’an, dan pesantren tahfidzul qur’an menjamur, bahkan sampai ke hiruk pikuknya Ibu Kota. Namun kita tidak menutup mata bahwa bersamaan dengan itu, perilaku umat islam bahkan ulama-ulamanya yang justeru bertentangan dengan ajaran Al Qur’an juga lebih semarak dimana-mana.

Kesimpulannya, Muslim jeruk manis adalah muslim yang ideal menurut Rasulullah diharapkan pendidikan-pendidikan keagamaan di Indonesia dapat menelorkan generasi-generasi baru yang akan tumbuh menjadi muslim jeruk manis. al Qur’an tidak hanya dibaca pada saat acara seremonila saja dan sebagai pelengkap sebuah acara, ataupun hanya sebagai ajang perlombaan saja, namun Al Qur’an akan tereja wantahkan dalam kehidupan bermasyarakat…Insya Alloh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 423,185 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: