Hiburlah Kita dengan Salat

Tinggalkan komentar

Desember 31, 2008 oleh RIFA'I AHMAD


Hiburlah Kita dengan SalatFLICKR.COM

”Hiburlah kita dengan salat, hai Bilal!” Sabda singkat Nabi Muhammad Saw ini dikatakan ketika sahabat Bilal — orang pertama dari kalangan budak yang dimerdekakan dan sekaligus masuk Islam — sedang tampak lesu menghadapi penatnya kehidupan. Tiada air pelepas dahaga, atau kesejukan penyegar vitalitas kehidupan, kecuali setelah ia mendapat teguran dari Nabi tadi.

Apalagi, dalam kehidupan era globalisasi yang sarat kesibukan sekarang, banyak orang dilanda stres. Kita dipacu bekerja keras agar bisa bersaing dengan yang lainnya untuk mencapai puncak karir. Tak jarang seseorang harus melakukan hal-hal yang dilarang agama untuk mencapai keinginannya. Itu pun terkadang masih gagal juga.

Dalam kehidupan, kita menghadapi banyak macam tekanan. Misalnya, tekanan untuk maju, meski kemudian gagal sehingga harus menghadapi tekanan lainnya lagi. Kita begitu sibuk mencari jalan menuju sukses. Dan karena kesibukan itu, terkadang kita sampai menyatakan uzur salat. Bahkan, ada dari kita yang menganggap salat mengganggu atau menghambat produktivitas kerja.

Tapi sebaliknya, bila merasa perlu beristirahat, kita mencari hiburan dengan mengeluarkan biaya banyak dan membuang waktu yang berharga. Antara lain menonton film, pergi ke diskotik, atau sekedar pelesir di tepi pantai. Semua bentuk hiburan itu diupayakan sebagai obat penghilang kepenatan.

Mungkinkah kita mendapat keinginan itu? Wallahu ‘alam. Namun, sejumlah data penelitian psikologis menunjukkan potensi orang stres semakin meningkat sejalan dengan banyaknya tempat hiburan. Model-model hiburan yang disuguhkan sekarang dinilai hanya mampu menghilangkan rasa stres sejenak. Begitu kita keluar dari tempat hiburan, dan kembali bekerja seperti biasa, stres pun datang kembali.

Dalam konteks inilah ajakan Nabi kepada sahabat Bilal yang tersebut di atas menemukan maknanya. Allah dalam Alquran berfirman, ”Tidak akan tenang seseorang tanpa melakukan zikir pada Allah.” Para ulama menafsirkan sabda Nabi di atas dengan, Sa’atan wa sa’atan (”sesaat dan sesaat”).

Maksudnya, sebagai seorang muslim, manakala datang segala kepenatan, kegelisahan dan keresahan usai mencari rezeki seharian, kita wajib mencari tempat hiburan. Namun, tempat hiburan yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya adalah berzikir kepada Allah, membaca Alquran dan melaksanakan segala yang disunnatkan-Nya. Selamat berakhir pekan.  – ah.www.republika.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: