PESTA TAHUN BARU DALAM PANDANGAN ISLAM

7

Januari 1, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Mukmin bengkuk kasab nandur telo # iku luwih utomo tinimbang tumenggung ngawulo londo

( Mukmin bongkok yang berkerja menanam singkong, itu lebih utama dibanding tumenggung yang mengabdi pada Belanda )

Untaian kalimat itu, merupakan salah satu bentuk kritik sosial Syaikh Ahmad Ar Rifa’i terhadap masyarakat Jawa ( Indonesia ) pada waktu itu yang membelot dan patuh terhadap penjajah Belanda. Ironisnya kalimat di atas ditulis oleh Beliau pada abad IX tepatnya 150 tahun silam, akan tetapi justru sampai saat ini masih sangat relevan.

Memang betul, Belanda sudah lama pergi dari bumi pertiwi ini, akan tetapi warisan-warisan budaya dan kebiasaannya yang telah ditanamkan selama 350 tahun di Indonesia masih mengakar sangat kuat, sebagai contoh KUHP yang berlaku di Indonesia saat ini merupaka produk hukum warisan kolonial dan anehnya belum ada niatan dari pemerintah kita untuk merevisi atau mengganti perangkat perundang-undangan yang paling menakutkan di negeri ini tersebut. Contoh lain yang mungkin baru saja beberapa jam kita lewati, yaitu pesta kembang api dimalam tahun baru masehi.

Kita tahu masyarakat Indonesia zaman dulu lebih suka menggunakan penanggalan Arab dibanding dengan penanggalan gregorian milik nashraniy tersebut, bahkan Sultan Agungpun menyusun penanggalan Jawa dengan menggunakan nama-nama dari kalender Hijriyah. Melihat hal ini pemerintah Belanda pada waktu itu sangatlah tidak respek sebab misi mereka datang ke Indonesia adalah Gold, Glori en Gospel ( Emas, wilayah dan Injil ), aroma perang salib masih mereka dengungkan ketika mereka pertama kali menginjakkan kakinya di nusantara ini.

Maka berbagai cara mereka lakukan, agar umat Islam di Indonesia bisa keluar dari agamanya atau minimal mengikuti gaya hidup mereka. Salah satunya yaitu pesta kembang api di tahun baru, dengan membakar ratusan kembang api disertai bunyi-bunyian terompet khas jahiliyyah mereka sedikit demi sedikit telah berhasil menggiring rakyat Indonesia mengikuti gaya hidup mereka.

Apakah mereka tidak merasakan bagaimana penderitaan saudara-saudaranya di Palestina, Irak dan Afghanistan….? Kenapa mereka milih membuang hartanya dijalan bathil dibanding membantu saudara muslimnya….sungguh Ironis memang.

Padahal Nabi telah mengingatkan ,” Kalian akan mengikuti pola hidup suatu kaum sedikit demi sedikit, sampai apabila mereka masuk kedalam lubang landak sekalipun maka kalianpun akan mengikutinya.” sahabat bertanya:” Apakah yang engkau maksud adalah Yahudi dan Nashrani duhai Rasulullah?” Beliau menjawab:” Siapa lagi kalau bukan mereka.” HR Riwayat Bukhori.

Kalau umat ini ingin dihargai, maka harus memiliki karakter yang kuat. dan agar karakter umat in i bisa tumbuh maka cintailah ajaran-ajarannya. Terakhir……!!!! Nabi selalu menyempaikan,” BERBEDALAH KAMU DENGAN ORANG YAHUDI DAN ORANG NASHRANI!”.

Sabda Nabi di atas penulis pahami dalam konteks tahun baru sebagai berikut:” Kalau Yahudi dan Nashrani merayakan Tahun Baru mereka dengan Pesta kembang api dan hura-hura, maka janganlah kalian, wahai kaum muslimiiinn mengikuti mereka……!!!

Semoga ke depan Umat Islam di dunia ini dapat mengukir sejarahnya sendiri, bukan mendompleng kepada umat lain lebih-lebih Yahudi dan Nasrani.

Iklan

7 thoughts on “PESTA TAHUN BARU DALAM PANDANGAN ISLAM

  1. saw pa kabar berkata:

    dasar orang otak kerdil.tolol.kenaga bunuh diri ata loe,islam sampah dunia

  2. alfina berkata:

    ass ustad saya mau mengcopy tulisan ini trimaksih.wass

  3. OKI berkata:

    assalamualikum wr.wb.
    saya minta izin untuk copy artikel ini utk sbg referensi

  4. Resnanda berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Saya mnta izin untuk mengcopy paste artikel di atas sbagai referensi data saya.
    Trima ksih sbelumnya
    Wassalamualaikum wr wb

  5. ismanpurwanto berkata:

    mohon izin ustad untuk copy pasti postingan ini untuk ngisi blog saya, matur nuwun. sumber saya cantumkan. soalnya puenting untuk diketahui umat muslm. wassalam

  6. KURNIADI berkata:

    Assalamu laikum wr wb. Komensaya cukup panjang, silakan dilihat di web QUTUL HAKIR, wassalam

    • rifaimovic berkata:

      alaikumussalam wr.wb..
      makasih atas komenmya..namun saya kesulitan untuk melack web sampeyan, coz alamatnya kurang lengkap. mohon dilengkapi ya…Insya Alloh kami akan segera meluncur ke TKP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: