Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer

Tinggalkan komentar

Januari 3, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


ImageAkhir dari sekulerisasi adalah mendewakan manusia Jakarta- Ratusan mahasiswa fakultas Ilmu Sosial dan Politik universitas Indonesia berbondong – bondong menghadiri seminar bertajuk Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Seminar menghadirkan, Wan Mohammad Nor Wan Daud dan Khalif Umar, dua guru besar universitas kebangsaan Malaysia. Sedang dari pihak tuan rumah, Mulyadhi Kartanegara dan Ahmad Suhelmi, guru besar universitas Indonesia. Acara berlangsung Jumat (19/12/08) di ruang Sumardi Sumantri Multi media Centre.

Menurut Wan Daud, sains Barat rusak karena karena kerangka kerja epistemik sains yang sekuler. “Sains Barat perlu diislamkan,” tegasnya.

Sependapat dengan Wan Daud, Khalif Umar menjabarkan pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas mengenai sekularisasi Barat. Menurutnya, pemikiran Harvey Cox dalam bukunya The Secular City telah menjadikan sekularisasi sebagai keniscayaan. “Barat melihat agama menjadi penghalang kemajuan,” simpulnya.

Lebih lanjut, Khalif menjelaskan, bentuk sekularisasi adalah memandang alam raya secara terpisah dari agama. “Akar permasalahan politik dewasa ini adalah kerancuan pandangan tentang alam yang terpisah dari agama,” tegasnya.

Khalif menambahkan bahwa akhir dari sekularisme adalah “mendewakan manusia.”

Berbeda dengan Khalif yang membahas sekularisasi politik, Mulyadhi Kartanegara menganalisa bagaimana psikologi Barat yang sekuler itu menjadi rancu. Menurutnya psikologi yang seharusnya membahas jiwa, sekarang tidak lagi seperti itu.

“Segala dimensi spiritual manusia, termasuk jiwa, sama sekali tidak memiliki tempat dalam psikologi,” ungkapnya yang menunjukkan keprihatinannya terhadap psikologi Barat.

Wan Daud menjelaskan lebih lanjut bukan berarti Islam menolak semua kreasi Barat. Bukan kemajuan material dan pembangunan yang ditolak, tetapi Sekularisme itu yang menjadi masalah. “Karena kebenaran sepenuhnya ditentukan akal dan menolak agama,” ungkapnya.

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer
Ketiga pembicara tersebut setuju dengan Islamisasi ilmu pengetahuan kotemporer untuk memperbaiki sains Barat. Ahmad Suhelmy, guru besar Politik Islam Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, berpandangan bahwa proses Islamisasi ini dicetuskan pertama kali oleh Isma’il Raji Al-Faruqi, cendikiawan muslim yang tewas dibunuh di Amerika.

Mengomentari pendapat Suhelmy, Wan Daud mengatakan Al – Attas dengan Al – Faruqi berteman akrab. “Memang Al – Faruqi berjasa karena menyebarkan pemahaman Islamisasi ini, tapi semua kunci – kuncinya sudah lebih dulu dibuat oleh Al – Attas,” jelas Wan Daud.

“Ini bias Malaysia” tegas Suhelmy mengomentari pandangan Wan Daud.

“Kalau bias, berarti saya bias Chicago dong, saya dulu belajar di sana. Al – Attas dulu di McGill dan London, tapi tidak bias Barat.” Bantah Wan Daud mengomentari celetukan Suhelmy.

Kemudian Wan Daud menjelaskan maksud Islamisasi. “Sudah sejak dulu proses ini terjadi” kisahnya. Guru besar ini mengungkapkan bahwa Islamisasi secara tekhnis adalah memaknai istilah dengan pandangan hidup Islam.

Wan Daud memberikan contoh proses tersebut. “Persaudaraan misalkan, bukan sekedar persaudaraan karena keluarga atau politik belaka, tapi karena iman sebagaimana ditegaskan oleh Al-Quran (QS: Al – Hujurat 10).”

Wan Daud juga menjelaskan betapa buruknya peradaban Arab sebelum Islam datang. “Dulu, orang mulia itu yang bisa menenggak arak sebanyaknya,” ceritanya.

Kemudian dia melanjutkan bahwa setelah datang Islam kemuliaan itu berubah karena ketaqwaan seseorang, bukan lagi karena kuat minum arak.

Untuk mewujudkan islamisasi ini, Wan Daud mensyaratkan peran ilmu dalam masyarakat. “Akhir dari proses islamisasi ini adalah membentuk masyarakat yang beradab, civilized man, atau Al – Attas menyebutnya man of Adab” tegas Wan Daud mengakhiri penjelasannya di akhir seminar itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: