MENEMANI RASULULLAH DI SURGA

Tinggalkan komentar

Januari 4, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Kekayaan sering menjebak orang untuk berlomba-lomba dalam kemegahan. Padahal ada perlombaan yang lebih baik, menjanjikan ke abadian. Berlomba menemani Rasulullah di surga. Caranya?.

Rasulullah SAW sangat mengagumi orang-orang Asy’ar di Yaman, temapt kelahiran sahabat mulia, Abu Musa Al Asy’ari. Mereka memiliki kebiasaan yang sangat unik. Bila persediaan makanan di sebuah kampung, misalnya menipis, mereka mengumpulkan semua bahan makanan yang mereka miliki dalam satu kantung. Setelah itu makanan tersebut di bagi rata kepada seluruh penduduk tanpa membedakan kedudukan dan status sosialnya.

Kiat unik orang Asy’ar tidak hanya mencerminkan betapa tinggi kebersamaan mereka, akan tetapi juga betapa besar kepedulian mereka kepada sesama. Tak berlebihan kalau Rasulullah mencintai mereka, sehingga beliau bersabda,” Orang-orang Asy’ar adalah bagian dari saya, dan saya adalah bagian dari mereka ( HR. Bukhori Muslim).

Saat ini kaum yang diceritakan Rasulullah tersebut mungkin tinggal kenangan saja, orang yang peduli terhadap sesama semakin tidak ada, manusia sekarang cenderung berlomba-lomba mengumpulkan harta mereka untuk bermegah-megahan dan berbangga-banggaan. sementara saudara-saudara mereka di biarkan menderita dalam kelaparan.

Kasus yang terbaru adalah serangan Israel Laknatullah alaih terhadap Palestina, yang telah menewaskan ratusan orang dan sebagian besar diantaranya anak-anak. Dimana pembantaian umat Islam Palestina ini dilakukan di depan mata saudara-saudara muslimnya sendiri, seperti Mesir dan Arab Saudi. Namjun kenyataannya dua negara maju timur tengah tersebut malah cenderung anti pati dan menutup mata serta telinga terhadap kekejaman Israel tersebut. Kepekaan mereka sebagai sesama manusia telah sirna apalagi kepekaan sebagai sesama Muslim. Mereka lebih suka bermegah-megahan dengan aset dan kekayaan yang mereka miliki, namun mereka mati rasa alias tidak punya kepedulian terhadap sesama sama sekali.

Mungkin seandainya Rasulullah masih hidup, beliau akan marah akan sikap umat Islam saat ini yang membiarkan saudaranya menangis dalam genangan darah.

Ingat lah wahai saudara.” Muslim satu dengan muslim lain itu seperti sebuah bangunan yang utuh, yang saling menguatkan satu sama lain.” HR Bukhori

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: