Muslim Kamboja Nikmati Pembauran

Tinggalkan komentar

Januari 5, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Muslim Kamboja Nikmati PembauranIOL PHOTOINKLUSIF: Muslim Kambodia tidak memiliki perumahan terpisah karena memang tak ingin terpisah dari warga lain.

PNOM PENH—Hubungan mengakar dan sejarah toleransi kuat Kerajaan Budha Kamboja, membuat muslim di negara kecil itu merasa menjadi bagian dari negara.

“Bagi kami, negara ini adalah miliki kami,” ujar Osman Ysa, muslim Kambodia, seorang penulis sekaligus peneliti seperti yang dikutip oleh Christian Science Monitor, 31 Desember.

Meski menjadi minoritas, muslim di Kamboja mengaku menikmati spirit harmoni dan koeksistensi. Dalam desa dan kota di penjuru salah satu negara Asia Tenggara ini, muslim dan non-muslim memang sudah lama  dikenal hidup berdampingan.

“Saya telah tinggal dalam lingkungan muslim sejak saya masih muda,” ungkap Ouk Ros seorang warga non muslim Kamboja. “Ketika ada pesta pernikahan, kami selalu diundang dan bergabung bersama,” tutur Ouk.

Itu tak lepas pula dari peranan pemerintah yang berinisiatif  memuluskan toleransi bagi muslim di Kamboja

Dari pihak pemerintah, Perdana Menteri Hun Sen memerintahkan pembangunan masjid dan memberi saluran udara gratis bagi muslim untuk menyiarkan program-program khusus Islam.

Baru saja di tahun ini, pemerintah mengijinkan siswa muslim yang ingin mengenakan atribut Islam termasuk jilbab.

Tak hanya itu, muslim pun menikmati hak-hak politik mereka. Ada lebih dari selusin muslim yang kini bertugas di lembaga-lembaga politik papan atas negara, mulai dari Senat, Dewan Perwakilan. Senator Premier–salah satu anggota senat–pun memiliki penasihat khusus urusan muslim.

“Sebagai hasil–tidak seperti trend di banyak negara tetangga–keberadaan muslim di Kamboja tidak dilukai dengan ambisi independen” ujar seorang pengamat politik Kamboja.

“Kami tidak memiliki lahan atau perumahan terpisah, karena kami memang tidak menginginkan terpisah dari yang lain,” ujar Osman, pengarang yang telah menghasilkan dua buku tentang muslim di Kamboja.

Bagi umat muslim Kamboja, sejarah unik yang beririsan dengan warga non-muslim lain menjauhkan mereka dari penetrasi kaum radikal. “Kejahatan Khmer Merah mirip dengan Al Qaeda,” ujar Sley Ry, direktur pendidikan keagamaan di Pusat Studi Islam Kamboja, sekolah Islam terbesar di negara itu, yang terletak dekat ibu kota Pnom Penh.

Ketika kelompok ultra komunis Khmer Merah mengukuhkan kekuasaannya di tahun 1975 mereka mencoret agama dari undang-undang dan melakukan diskriminasi terhadap populasi umat beragama termasuk muslim.

Hingga kejatuhannya pada 1979–yang berarti dalam tempo 4 tahun–Khmer Merah telah membunuh sekitar 500 ribu warga muslim. Saat ini diperkirakan ada 700 ribu muslim di Kambodia, berasio 5 % dari populasi total 13 juta penduduk. Mayoritas muslim Kamboja merupakan etnis Cham, yakni berasal dari keturunan pajurit kuno kerajaan.

Kini, muslim Kamboja menyatakan jika kelompok ideologi kekerasan seperti Al-Qaeda, susah memenangkan simpati dan tertolak bagi akal sehat kaum minoritas tersebut.

“Kami sendiri sangat kecewa dengan Al Qaeda, karena Tuhan berfirman “Jangan membunuh manusia,” ujar Yousuf Bin Abetalip, seorang warga senior di wilayah Choy Changua. Sebuah desa di pinggir luar Phnom Penh yang menjadi tempat tinggal sekitar 300 keluarga muslim.

“Kami pun sudah menderita cukup banyak,” ujar Yousuf./it

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 417,537 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: