MENGENANG GURUKU ………..

2

Februari 6, 2009 oleh Huruf


Syaikh ahmad rifa’i …………

entah angin apa yang tiba-tiba membuat aku ingin mengenangnya.aku belum pernah bertemu, wajahnya saja tak bisa kubayangkan dengan jelas seperti apa namun kelembutan, ketegasannya tergambar jelas terpahat rapi dalam untaian kalimat dalam kitab-kitabnya aku tak sanggup membayangkan, bagaimana berat perjuangan beliau,betapa sulitnya situasi saat itu, semua miliknya rela beliau korbankan bahkan kedamaian hidup ditengah orang-orang yang disayangi dan mengasihinya beliau tinggalkan, rasa pedih pasti ada, ketika beliau harus diasingkan jauh dari sanak saudara mungkin kalau kita sudah kapok dan menghentikan dakwahnya, tapi Syaikh ahmad rifa’i meski dalam pengasingan beliau masih terus berdakwah, sehingga fitnah terhadap beliau tidak berhenti disitu sebagai manusia biasa beliau pasti bersedih, kecewa, dan merasa terdholimi namun beliau akan lebih kecewa melihat anak muridnya seperti kita sekarang ini nasihat yang tertata rapi dikitab-kitab beliau berhenti hanya pada satu titik dibaca, dipahami, diamalkan namun hanya sampai bab-bab ibadah dan mu’amalah saja, untuk sosial kemasyarakatannya masih jauh dari harapan. coba sejenak kita renungkan!!! perbedaan Syaikh ahmad rifa’i dengan para penerusnya sekarang sangat jauh ingatlah kawan ! apa yang membuat Syaikh ahmad rifa’i dimusuhi oleh pemerintah kolonial belanda? kesalahan apa yang diperbuat, sehingga sebagian ulama-ulama dimasa itu ikut-ikutan memperberat fitnah terhadapnya? mungkin masing-masing pihak punya alasan sendiri, namun yang patut dicermati adalah tentang satu hal Syaikh ahmad rifa’i sangat peduli dan senantiasanya melihat lingkungan & selalu mengikuti perkembangan sosial politik saat itu, lihatlah dalam kitab-kitab beliau ! betapa banyak yang kaliamat yang membahas kondisi sosial politik saat itu, beliau tidak hanya melihat, tapi ikut berperan aktif, tapi tetap dalam kapasitas beliau sebagai ulama dengan tegas beliau mengeluarkan pandangan-pandangan beliau tentang kejadian kala itu, baik dalam ranah agama, sosial, ataupun poloitik sedangkan kita sekarang? kita merasa sudah cukup hanya dengan membaca kitab, menghafalkan syarat-rukun, belum pernah terdengar sebagian dari kita yang ikut berpendapat dengan gejolak yang terjadi dilingkungan kita, ada pemurtadan dimana-mana, orang mengaku nabi selalu muncul. penindasan terhadap saudara mukmin dibelahan bumi lain masih terjadi, tapi kita hanya diam. kalau Syaikh ahmad rifa’i ” menangi jaman iki” pasti beliau akan bersuara dengan tegas. kalau menurut aku Syaikh ahmad rifa’i tidak kalah tegas dengan ulama-ulama fundamentalis jaman ini, coba di bayangkan dijaman belanda dimana hukum rimba masih berlaku beliau dengan lantang menyerukan ” demang bupati lurah podo pasik” ( para pejabat itu pasik) kalau kalimat itu diucapkan jaman sekarang, efek sampingnya tidak begitu berat, kalau pun masuk sel. tapi pengacara yang mau membela banyak walau didalam bui tapi masih bisa komunikasi, dan yang pasti di era sekarang tidak mungkin aparat main hajar. tapi dijaman Syaikh ahmad rifa’i jangankan memukuli tahanan, membunuhpun tidak ada yang mau mendemo apalagi membela. ini bukan berarti ulama-ulama dijaman ini kurang tegas, beliau-beliau yang kami sebutkan diatas sudah maksimal, ini hanya untuk mengugah kesadaran kita tertutama murid Syaikh ahmad rifa’i, untuk tidak terlena dengan apa yang udah kita perbuat selama ini sebab tantangan jaman kian banyak, sifat diam dengan segala hal itu tidak baik, meski ada pepatah ” diam itu emas”. diam atas kemunkaran adalah dosa. semoga tulisan ini tidak menimbulkan fitnah & salah paham, sebaliknya menjadi tela’ah kita bersama terlebih untuk murid-murid Syaikh ahmad rifa’i rahimahumullah.

Iklan

2 thoughts on “MENGENANG GURUKU ………..

  1. EM.Yazid berkata:

    akhi,ironis sekali

    kita sebagai wong cilik seperti anak ayam kehilangan induknya
    jadilah kita semua berjalan sendiri2 tanpa terorganisir, punya pengurus, tapi ga pernah diurus, kata temanku dengan nada pesimis dan wajah melaz campur jengkel ” pengurus kuwi tekane nek ono hajatan pengajian, wong mantu (nek diundang tapi,..) “atau lagi punya proyek misale nari’i dana, selain itu entah pada ngapain?”
    aku bilang ” eit..eit… jgn gitu nanti ada yang tersinggung, dia malah ngotot, lha pa’ marah piye? nyatane ngono.
    dalam hati cuma 8->

  2. RIFA'I AHMAD berkata:

    yahhh…aku juga merasa bahwa santrinya hanya mengikuti amaliyah ubudiyah beliau saja tanpa mengikuti semangat beliau. Padahal ketegasan beliau lahir dari semangat beliau. Mudah2an kta bisa meniru semangat beliau kang. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 423,185 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: