Banyak Pastor Polandia Sudah Tak Selibat Lagi

1

Februari 8, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


PDF Print E-mail
Separuh rohaniwan Katolik Polandia ingin menikah. Yang menikah diam-diam, jauh lebih banyak. Naluri seks menggoda iman mereka

Lebih dari separuh rohaniwan Katolik Polandia ingin menikah, sementara sepertiganya diam-diam dikabarkan sudah melanggar peraturan selibat yang telah ditetapkan gereja selama berabad-abad.

“Sebagai pastor muda saya tadinya bahagia, namun lama-lama saya dilanda kesepian,” ujar Jozef Strezynski, 58 tahun. Ketika berjumpa dengan seorang perempuan yang menarik hatinya, ia pun bergelut dengan dilema. Akhirnya, setelah 16 tahun menjadi pastur, Strezynski keluar dari gereja Katolik dan menikah. Sekarang ia sudah punya dua anak.

“Itu adalah keputusan yang saya pertimbangkan selama empat tahun. Akhirnya saya rasa tidak ada gunanya jadi pastor yang tidak bahagia,” ujar Jozef Strezynski.

Di Polandia, Jozef Strezynski tidak sendirian dalam bergulat dengan peraturan yang harus dipatuhi seorang pastor. Berdasarkan pembicaraan dengan 800 orang pastor lebih, seorang sosiolog Polandia mendapati ternyata 54 persen di antaranya ingin hidup bersama seorang wanita. Sementara lebih dari sepertiganya mengakui telah melakukan hubungan seksual dengan perempuan dan 12 persen berangan-angan punya hubungan tetap. Wieslaw Dawidowski, seorang pastur pada ordo Agustinus di Warsawa, menyatakan tidak terkejut dengan angka-angka tersebut.

“Saya kenal banyak bekas pastor yang meninggalkan gereja, jadi tidak akan kaget jika masalah seperti ini terjadi di lingkungan gereja. Itu manusiawi. Siapa yang tidak berdosa, dialah yang melempar batu pertama,” ujar Wieslaw Dawidowski.

Masyarakat berubah

Menurut pastor Dawidowski, selibat bukanlah sesuatu yang wajar lagi di gereja Katolik Polandia. Keinginan punya pasangan mencerminkan perubahan dalam masyarakat yang sekarang lebih bebas dan lebih sekuler setelah zaman komunisme.

Selibat juga bukan sesuatu yang mudah. Karena itu kepada kalangan muda saya katakan mereka harus memikirkan masak-masak. Mereka dijejali pesan bahwa menjadi pastor adalah sesuatu yang indah, sebagai pengorbanan. Namun menjadi pastor sekarang tidak lagi kerèn, kata pastor Dawidowski dalam bahasa anak muda.

“Apalagi di desa-desa dan di kelompok tertutup, orang-orang tahu saja hubungan gelap seorang pastor,” demikian wartawan sekaligus pengamat gereja Adam Szostkiewicz. “Masyarakat bisa mentolerir namun mereka tetap tidak menerimanya secara resmi.”

”Saya rasa pastor sudah sibuk dengan pekerjaannya dan tidak ada waktu lagi untuk keluarga” kata Renata, seorang pengunjung setia gereja di Warsawa. ”Selibat merupakan dogma penting gereja Katolik dan itu harus dipertahankan,” kata Michal, yang baru saja menghadiri misa petang.

Bukan doktrin kuno

Larangan para pastor untuk berhubungan seks tidak terlepas dari ajaran agama Katolik. Pernikahan dianggap menghalangi hubungan pastor dengan Tuhan. Selain itu kekhawatiran akan nepotisme dan warisan jabatan di gereja, berabad-abad lamanya merupakan alasan penting memberlakukan selibat.

Selibat bukanlah doktrin kuno, baru pada abad pertengahan diberlakukan, kata wartawan sekaligus ahli gereja Adam Szostkiewics. Ia meramalkan turunnya minat untuk menjadi pastor akan memancing perdebatan.

“Adalah ide yang tidak masuk akal untuk terus memberlakukan selibat dalam gereja Katolik, jika di Polandia, yang mungkin merupakan negara paling Katolik di Eropa, terlihat seminari-seminari yang makin kosong. Di bawah Paus Benediktus sekarang tidak saya lihat perubahan. Namun setelahnya harus terjadi perubahan,” Adam Szostkiewics.

Tabu

Untuk sementara pastor yang menikah masih merupakan hal tabu dalam gereja Katolik Polandia. Ketua Konferensi Uskup Polandia, Uskup Agung Josep Michalik dalam reaksinya mengatakan, pastor yang keluar jangan dianggap sebagai seorang pahlawan.

Jozef Strezynski, yang juga merupakan anggota kelompok mantan pastor Polandia, menyesalkan garis keras gereja. Apalagi karena pada prakteknya, sikap keras ini menyebabkan percintaan rahasia di kalangan pastor terus berkembang.

“Salah untuk mencap pastor yang menikah dan melepaskan selibat sebagai berkhianat pada Tuhan. Saya rasa sebaliknya. Seorang yang tidak ingin punya kehidupan ganda, namun jujur terhadap orang yang dicintainya dan terhadap Tuhan, memang harus menanggung beban berat, tetapi paling sedikit dia jujur, “ ujar Jozef Strezynski. [ranesi/www.hidayatullah.com]

Iklan

One thought on “Banyak Pastor Polandia Sudah Tak Selibat Lagi

  1. sinta berkata:

    hidup sebagai seorang imam merupakan panggilan hidup yang istimewa karena seorang imam dapat bergaul secara akrab dengan Tuhan tanpa memikirkan hal – hal duniawi. menurut saya gereja mendapatkan tantangan yang sangat banyak untuk memilih hidup sebagai gembala umat memang sangat diperlukan pengorbanan yang sangat besar,dalam hal ini kita harus mengerti juga tentang keadaan para imam, mereka pun adalah manusia biasa seperti kita yang punya keinginan daging oleh karena itu kita sebagai kaum awam tidak boleh menuntut bahwa imam adalah manusia tanpa dosa.sebaliknya kita harus mendukung panggilan hidup mereka dan secara terus menerus mendoakan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 423,185 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: