Peradaban: Beda Antara Islam dan “Rambo IV”

8

Februari 24, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


PDF Print E-mail

Membandingkan Peradaban Islam dan Barat, ibarat “permata” dan “kerikil”. Sayang, masih banyak yang silau dengan “krikil” nya

Oleh: Hasib Amrullah *

“Live For Nothing, or die for something.”

[Sylvester Stallon, dalam film Rambo IV]

Setiap ucapan biasanya hasil pengaruh dari worldview nya. Bagaimana ia memaknai hidup dan bagiamana ia melihat dunia. Maka tidak ada sebuah pendapat yang bebas nilai. Di belakang apa yang tersurat selalu ada sesuatu yang tersirat. Ada target dan tujuan dari pandangan hidup peradaban tertentu yang terbawa dalam misi sebuah kata.

Amerika, sebagai sebuah negara yang perkembangan teknologinya cukup pesat. Bahkan amat pesat. Menjadi sombong, dan merasa peradabaannya lah yang terbaik. Karena itu harus ditransmisikan bagi pembentukan peradaban dunia. Mereka menyebut orang-orang timur adalah bangsa traditional. Dan menyebut bangsa yang belum mengenal peradaban Barat adalah bangsa bar-bar.

Hal tersebut nampak dalam alur cerita film Rambo ini, dan film film lainnya garapan sutradara Amerika. Dalam film Rambo IV, begitu bengisnya gambaran serdadu Burma memperlakukan manusia. Membunuh dan membombardir penduduk satu desa tanpa keterlibatan perasaan. Memperkosa dan memenggal kepala manusia tanpa melihat kecil besarnya. Semua di habisnya tanpa sisa. Seakan-akan mereka bukan manusia.

Sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan Amerika melalui film ini adalah menunjukan kepada dunia. Betapa bar-barnya mereka yang tidak mengenal hak asasi manusia (HAM). Penonton digiring untuk mengidolakan Amerika sebagai penolong, yang mengangkat harkat kemanusiaan sebuah bangsa. Inilah bangsa yang mempunyai peradaban, kira-kira begitu. Bangsa yang menghargai kehidupan manusia yang lainnya. Karena itu, timur harus menirunya, jika ingin menjadi bangsa yang besar seperti Amerika. Meniru bagaimana mereka memandang kehidupan. Meniru worldview (pandangan hidupnya).

Inilah kenapa gerakan Barat kepada Timur disebut civilization. Sebuah gerakan untuk menjadikan bangsa bar-bar dan traditionalis timur menjadi bangsa yang berperadaban. Peradaban Amerika tentunya.

Secara tidak langsung, Amerika menganggap Peradaban Islam –karena ia lahir di Timur- sebagai peradaban bar-bar juga. Di mana harus dicivilaiz-kan. Agar menjadi bangsa yang berperadaban tinggi seperti mereka.

Sebuah peradaban tidak bisa dilepaskan dari cara pandang hidup masyarakatnya. Dan lahirnya pandangan hidup dalam pikiran kita.

Dr. Hamid Zarkasy dalam jurnal Islamia vol III no 2 mengatakan, ‘pembaratan’ dilakukan melalui kultur, teknologi, pemikiran keilmuan, keagamaan dan spekulasi yang diperoleh dari pendidikan atau upaya sadar dalam mencari ilmu.

Karena itulah, Barat –terutama Amerika– begitu semangat membiayai gerakan-gerakan LSM di ASIA. Dengan uang yang dimiliki, mereka bersusah-payah. Bukan untuk apa-apa, tujuannya sudah jelas, untuk merubah cara pandang masyarakat (Islam) terhadap hidup dan kehidupan. Agar  masyarakat timur (baca Islam) menerima cara pandang mereka (Barat). Dan usaha yang mereka lakukan adalah dengan merubah kultur, teknologi, pemikiran, keagamaan yang ada. Salah satunya dengan membuat tulisan di media masa. Menggiring opini dan pesan-pesan melalui film dan semacamnya.

Maka ungkapan “Live for nothing, or die for something” bukan tanpa makna. Itu sesungguhnya cermin bagaimana sesungguhnya Barat (baca; Amerika) memandang kehidupan ini. Sangat jauh antara langit dan bumi dengan slogan-slogan dan kata-kata berhikmah dari dunia Islam. Baik dari Al-Quran, al-hadist atau atsar para sahabat dan ulama.

Ungkapan “Isy kariman au mut syahiidan” (hidup mulia atau mati syahid di jalanNya) adalah lahir dari cara pandang Islam. Bagi Islam, hidup lebih mulia jika “berjuang” di Jalan Allah disbanding hidup biasa-biasa saja tanpa tujuan dan tanpa makna. Apa yang mampu kita baca, mana yang lebih bersih cara pandangnya?

Yang pertama mencerminkan bahwa hidup adalah urusan masing-masing individu. Orang tidak boleh mengklaim bahwa cara dia mengisi hiduplah yang paling baik. Maka, mabuk adalah hak individu. Selagi orang yang mabuk itu tidak mengganggu hak orang lain, it’s not problem. Ciuman di tempat umum adalah fine. Sebab ia mencium orang yang mau dicium. Ciuman baru menjadi masalah, kalau yang ia cium orang yang tidak dikenal. Karena itu melanggar wilayah private orang lain. Melanggar hak asasi orang lain. Menyalakan motor pagi hari bisa jadi masalah. Kalau suara motor kita mengganggu tetangga sebelah. Ia bisa menelpon kekomisi HAM.. Karena suara motor kita menganggu hak dia untuk istirahat. Dan kita bisa ditahan karena tuduhan melanggar hak orang lain.

Masyarakat Amerika sesungguhnya hatinya kosong, hatinya hampa. Karena tidak ada nilai kebenaran yang absolute yang mereka yakini. Kehampaan hidup itulah yang mereka coba untuk atasi. Karena itulah lahir kata-kata ‘live for nothing’ cermin dari hampanya hidup yang tumbuh dari budaya barat yang kosong nilai moral. Bagi mereka mati untuk sesuatu yang pasti, lebih baik dari pada hidup tanpa arah yang pasti. Seperti apa yang tercermin dalam ungkapan Stallon tersebut. Ungkapan yang ia tujukan untuk membakar tentara bayaran, agar mau melanjutkan misi penyelamatan.

Berbeda dengan ungkapan “Isy kariiman au Mut syahiidan” (Hidup Mulia atau Syahid di JalanNya). Ini adalah ungkapan yang lahir dari rahim peradaban Islam. Ungkapan tersebut mensiratkan adanya nilai hidup yang harus diperjuangkan muslim dengan pengorbanan nyawanya. Bahwa hidup dalam keadaan terhormat atau mati menjadi syahid di jalan Allah.

Cobalah nikmati betapa berbobotnya sabda Rasulullah ini, Islam adalah pangkal segala urusan hidup, tiang pancangnya shalat, dan ujung tombaknya adalah jihad.” [H.R.Thabrani].

Hidup yang karim adalah hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang diajarkan Al-Quran. Karena dalam pandangan Islam, manusia adalah hamba. Ia tidak berhak untuk menentukan mana yang mulia mana yang hina. Penetapan kemuliaan dan kehinaan hidup, adalah otoritas Allah sebagai kholiq. Manusia hanya menjalaninya. Pelaksanaan atas perintah dan penghindaran atas larangan itulah yang disebut denga Isy kariiman. Maka bagi muslim pilihannya dua. Hidup terhormat, dengan menjunjung tinggi nilai dan ajaran Tuhannya. Atau kematian yang syahid yang keduanya sama berbobotnya. Bagi muslim, hidup dan mati harus sama-sama bernilai.

Perbedaan Dasar

Barat dan Islam jelas memiliki worldview yang berbeda terhadap kehidupan dunia. Barat memandang kehidupan ini terbatas hanya di dunia. Karena itulah mereka mengeksploitasi kehidupan dunia untuk mencari bahagia. Karena setiap orang memiliki kebahagiaan yang berbeda-beda, maka harus ada aturan untuk menghormati sesama manusia yang sama-sama menghendaki untuk bahagia. Lahirlah apa yang kemudian menjadi spirit sistem hidup mereka, liberte, egalite dan fraternite.

Bahwa manusia sama-sama memiliki kebebasan untuk menentukan kebahagiaan masing-masing. Masing-masing individu tidak boleh mengganggu harus saling menghormati; inilah liberte (kebebasan). Karena sama-sama manusia, satu dan yang lainya harus memiliki hak yang sama pula. Bahwa setiap orang terlahir dengan hak-hak dasar (natural right) yang tidak boleh dirampas. Hak-hak dasar itu meliputi; hak untuk hidup, hak untuk memiliki sesuatu, kebebasan membuat opini, beragama dan berbicara. John Locke dalam bukunya Two Treatises of Government (1690) menyatakan; “tugas utama pemerintahan adalah menjamin hak-hak dasar tersebut, dan jika ia tidak menjaga hak dasar tersebut, rakyat berhak untuk melakukan revolusi. Inilah yang menjadi cara pandang barat terhadap kehidupan di mana Hak Asasi Manusia menjadi tolak ukurnya.”

Berbeda dengan Islam. Baginya, dunia tidaklah segalanya. Ia adalah kehidupan sementara. Sebagai perantara dan ujian untuk mendapatkan kehidupan selanjutnya. Sebuah kehidupan yang diyakini seorang Muslim lebih panjang dan abadi dari kehidupan dunia. Seperti apa yang disebutkan dalam Al-Quran, “Wa ma hayatu addunya illa la’bun wa lahwun, wala darul akhiroh khoirun lilladzina yattaquun. Afala ta’qilun” (Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya). [al-An’am; 32].

Karena itu seorang Muslim tidak akan pernah memaksakan haknya, apabila itu bertentangan dengan ayat Tuhannya. Muslim akan menghormati saudaranya, dan tidak terlalu rakus untuk mencapai ambisinya, karena di hadapan Allah tidak ada yang mampu ia sembunyikannya.

Alhasil, antara “Live for nothing, or die for something” dan “Isy kariman au mut syahiidan” bagian kecil dari bagaiamana perbedadaan mendasar antara pandangan hidup Islam dan Barat mengenai cita-cita dan worldview. Secara substansial keduanya sungguh sangat berbeda.

Peradaban barat yang dengan “angkuh” adalah peradaban yang lahir dari rahim akal dan bersumber dari manusia (Hak Asasi Manusia). Sementara peradaban Islam berasaskan Al-Quran dan bersumber dari wahyu (langsung dari Allah SWT). Ibarat krikil dan permata, tak sebanding nilainya. Sayang, krikil itulah yang kini sering menjadikan orang silau padanya. Lallahu a’lam.

8 thoughts on “Peradaban: Beda Antara Islam dan “Rambo IV”

  1. zulfan abidan.m.kh mengatakan:

    Apa saja yang dibuat oleh Amerika selain ‘tuk menunjukan Machoisme juga untuk mengacaukan alur pikir rakyat di negara2 berkembang, sedang untuk negara yang berlatar belakang ISLAM, mereka mendisain khusus dengan ramuannya tuan2 Yahudi(yang jelas menjadi musuh ISLAM) agar terjadi kontra internal hal ini bukan tidak disadari oleh Islam atau negara Islam, karena Mereka tahu bahwa sumber yang satu keluar dari batok kepala para Yahudi, sedang yang satunya bersumber dari yang buat batok kepala si Yahudi yaitu AL KHALIQ ini hanya masalah waktu, KITA tunggu saja kehancurannya.

  2. Jaya mengatakan:

    Artikelnya bagus banget,
    Barat dan Islam memang sangat berbeda, sayangnya, banyak umat yang ikut kebarat-baratan,,,

  3. omiyan mengatakan:

    bener bangt mas, saya melihat selama ini justru film yang dibuat oleh Amerika justru menunjukkan watak asli dari Amerika sendiri bertapa takutnya mereka akan kebangkitan Peradaban Islam….

    Ada salah satu majalah yang saya baca bahwa sesungguhnya para Ilmuwan barat ternyata berpedoman terhadap temuan para ilmuwan Muslim tapi sejarah menutupnya….

    sayang sekali buku itu ga saya bawa, tapi salah satunya adalah tentang penemuan teropong bintang

  4. heruyaheru mengatakan:

    emang ada ya yang namanya peradaban islam?

  5. Rio mengatakan:

    tulisannya bagus…

  6. hahaharis mengatakan:

    sudah menjadi garis takdir Allah bahwa kelak peradaban Islam akan bangkit dan dunia kembali dipimpin oleh seorang khalifah. Dan kitalah yang berkewajiban mewujudkannya.

  7. males_nybutin mengatakan:

    menjelek-jelekkan orang lain, memuji diri sendiri…

  8. USA mengatakan:

    Kenapa lo pake internet juga, berarti silau juga ya?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: