Potret Masyarakat Mesum

1

Februari 27, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Inilah kisah Aisyah r.a. tentang perkawinan pada masa jahiliyah. Menurutnya, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dalam Shahih-nya, ada empat macam perkawinan pada masa kegelapan itu. Pertama, perkawinan seperti yang dilakukan pada masa sekarang: seorang meminang calon istrinya kepada walinya lalu memberi maharnya dan menikahinya.

Kedua, nikah model istibda’, yakni seseorang menyuruh istrinya berhubungan seks dengan laki-laki lain sampai bunting. Baru setelah itu, sang suami mau menggaulinya lagi, itu pun kalau ia mau. Tujuan dari model kedua ini adalah karena mereka ingin mendapatkan keturunan yang baik dari laki-laki lain.

Yang ketiga adalah model yang di awal tahun 1980-an sempat populer dengan sebutan ‘salome’ alias satu lobang rame-rame. Yaitu ketika sekelompok laki-laki, kurang dari 10 orang, rame-rame menggauli seorang perempuan. Jika si perempuan hamil dan melahirkan, semua laki-laki yang menggaulinya tadi dikumpulkan dan si perempuan memilih siapa yang paling pantas menjadi bapak si jabang bayi tanpa ada hak membantah.

Keempat, perkawinan yang oleh Aisyah disebut dengan model prostitusi. Para perempuan memasang bendera di depan pintu rumah sebagai tanda bisa dipakai. Jika ada laki-laki yang berminat dipersilakan masuk. Ketika ada yang hamil, laki-laki tadi berkumpul dan si perempuan menunjuk siapa yang harus menjadi bapaknya.

Memang dua dari kempat model di atas memberikan keleluasaan kepada perempuan untuk memilih, namun ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa kaum hawa ini memiliki kedudukan yang kuat di tengah masyarakatnya. Seperti yang ditulis oleh Ath-Thabari mengutip perkataan Ibn Abbas, jika seorang laki-laki meninggal maka ahli warisnya (anak laki-lakinya) berhak mewarsisi istri bapaknya dan mengawininya, atau menjadi tawanannya sehingga ia mau menebus dirinya dengan mengembalikan maskawin yang pernah ia terima dari mendiang suaminya.

Dalam masyarakt seperti ini, kata An-Nadawi, tidak ada yang lebih jahat daripada kebaikan, dan tidak ada yang lebih baik daripad kejahatan. Atau kata orang Jawa, zaman edan, sing nggak edan nggak kaduman: zaman gila, yang tidak ikut gila tidak mendapat bagian apa pun.

Kita khawatir, jangan-jangan ini pula yang sedang berlangsung di masyarakat kita.taq

One thought on “Potret Masyarakat Mesum

  1. trustdeenatha mengatakan:

    siiippp… setuju….
    masyarakat kita perlahan jadi edan, pemerintah edan… yang waras mulai ikut-ikutan edan…
    salam edan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,553 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: