Berbahagialah untuk Hidup Hari ini

Tinggalkan komentar

Maret 1, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Berbahagialah untuk Hidup Hari ini

Dalam bukunya, The Modern Man In Search of Spirit, Dr Carl Gustav Jung menulis, selama 30 tahun orang-orang dari berbagai negara berperadaban datang menemui saya untuk konsultasi. Saya telah mengobati ratusan pasien yang sebagian berusia setengah baya, 35 tahun ke atas. Dan, tak seorang pun di antara mereka yang tidak mengembalikan persoalannya kepada agama sebagai pandangan hidup.

Maka, bisa saya katakan bahwa setiap dari mereka jatuh sakit karena kehilangan apa yang telah diberikan agama kepada orang-orang yang beriman. Dan, jika belum mampu mengembalikan keimanannya yang sejati, mereka tidak akan bisa disembuhkan.
Agama diyakini sebagai obat paling manjur bagi krisis mentalitas dan kepribadian. Orang-orang rela melakukan perjalanan jauh yang melelahkan untuk mengunjungi tempat tersuruk di pegunungan dan pelosok dunia, demi mencari kedamaian, ketenangan, dan pelipur kehausan spiritual.

Namun, kebanyakan dari mereka hanya mendapatkan kelelahan fisik, marabahaya, dan biaya yang tak sedikit. Namun, tak jua menemukan obat penawar kedahagaan spiritual yang dicarinya.
Dan, beruntunglah orang yang mengakui tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya. Allah memberikan kemudahan bagi setiap Muslim untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Karena, Allah memang tidak menghendaki kesukaran bagi hamba-Nya. ”Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (kebahagiaan dunia dan akhirat).” (QS. Al-A’la [87]: 8).

Kebahagiaan itu tidak diukur hanya dengan materi. Orang yang susah, mengidentikkan bahagia kalau punya rumah gedung, mobil mewah, makan yang enak-enak, dan gaji jutaan rupiah. Namun, tak sedikit orang yang bergelimangan harta mengeluh kepenatan batin, fisik ambruk sering keluar masuk rumah sakit, dan pikiran selalu didera masalah yang datang bertubi-tubi.
Padahal, Nabi SAW tidak berlebihan mengidentifikasi standar kebahagiaan. ”Jika seseorang dapat tidur nyenyak, sehat badannya, dan ada makanan untuk satu hari, maka dia telah memiliki segalanya.”

Benar adanya apa yang Rasulullah katakan. Terkadang pikiran dan cara pandang kita yang salah telah mengaburkan segalanya. Membuat kita terjebak dalam sikap pragmatis. Seperti tamsil yang mengatakan bahwa langit tampak lebih sejahtera dan mapan, sedangkan bumi miskin dan rendah. Padahal, di bumilah kaki kita berpijak. Di bumilah kehidupan kita berjalan. Syukurilah nikmat yang kita terima hari ini agar kita bisa mencicipi kebahagiaan. (ah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,553 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: