Sejarah Rekonstruksi Kakbah

2

Maret 4, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Sejarah Rekonstruksi Kakbah

Rabu, 19 Sya’ban 1039 H, seharian kota suci Mekah diguyur hujan. Sangat lebat dan konon yang terhebat dalam sejarah lembah suci itu. Sesuatu yang paling dikhawatirkan pun terjadi, banjir bah. Rumah-rumah rusak dan dalam sehari sudah melayang seribu jiwa.

Dilaporkan, air naik setinggi tujuh meter dan hampir mencapai lampu-lampu di dinding Ka’bah. Besoknya, hari kamis seluruh dinding yang bersebelahan dengan Hijr Ismail runtuh, sementara dinding sebelah barat dan timur hanya separo yang utuh. Tangga untuk naik ke sotoh pun hancur. Beruntung, barang-barang berharga di Baitullah itu bisa diselamatkan, antara lain 20 buah teko emas, salah satunya bertakhtakan permata.

Pada 29 Sya’ban, Amir Mekah Syarif Mas’ud bin Idris menggelar rapat terbatas di Masjidil Haram yang dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat. Yang menjadi tema pembicaraan, antara  lain, apakah Amir Mekah berwenang merehab Ka’bah yang sudah rusak itu, atau harus menunggu perintah Istambul, mengingat negeri ini bagian dari khalifah Usmaniah.

Forum pun bersepakat pembangunan segera dilakukan tanpa harus menanti Istambul, mengingat kondisi darurat. Namun proposal pun tetap dikirim ke Khalifah Murad Khan. Untuk pendanaan awal kaum Muslimin diserukan untuk menyumbangkan harta yang halal.

Pada pertengahan Ramadhan, Syarif Mas’ud mengerahkan para pembantunya untuk mencari kayu sebagai pengganti sementara dinding yang rusak. Pengerjaan Ka’bah darurat ini selesai dalam tempo sebulan sebagai antisipasi musim haji yg sudah dekat.
Ka’bah dari kayu ini kemudian ditutup kelambu dan diberi pintu kecil yang juga terbuat dari kayu dilapisi kain berwarna hijau. Syarif lega. Ia masuk ke dalam Ka’bah shalat 2 rakaat, lalu tawaf yang diikuti orang banyak.

Sementara itu, Khalifah Murad Khan menunjuk Muhammad Affandi bin Muhammad Al-Anqarawi, hakim di Madinah, untuk mewakili khalifah mengetuai pembangunan kembali Baitullah itu. Agar pekerja dan orang-orang yang bertawaf tidak terganggu, dibuatlah dinding kayu di sekeliling Ka’bah. Namun sayangnya, tiga hari rehab Ka’bah baru berjalan, 18 Rabi’ul Akhir 1040 H., Syarif Mas’ud wafat. Ia digantikan Syarif Abdullah bin Numa’i.

Tapi seminggu kemudian, datang lagi hujan lebat yang mengakibatkan sisa-sisa dinding runtuh lagi. Akhirnya, diputuskan untuk membangun fondasi yang sama sekali baru. Dasar-dasar bangunan yang dulu diletakkan Abdullah bin Zubair r.a., yang kemudian direvisi oleh Hajjaj pada bagian yang sejajar dengan Hijr Ismail diruntuhkan seluruhnya, kecuali bagian yang melindungi Hajar Aswad. Soalnya, bangunan tersebut lebih besar beberapa sentimeter dari aslinya.

Ibn Zubair membangun kembali Ka’bah (1064 H), yang rusak akibat serangan tentara Yazid bin Muawiyah, sesuai bentuk yang dicita-citakan Rasulullah berdasarkan hadis yang diriwayatkan Aisyah. Sepuluh tahun kemudian Ka’bah rusak kembali oleh serangan Hajjaj yang juga menewaskan Ibn Zubair. Atas perintah Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Hajjaj mengembalikan bangunan itu seperti sebelum diutak-atik Ibn Zubair.

Ka’bah yang sekarang, itulah yang dibangun kembali oleh Sultan Murad Khan tadi. Kalaupun setelah itu ada perbaikan, sifatnya tidak mendasar. Bangunan berbentuk mirip kubus dan terdiri atas batu-batu besar berwarna coklat ini tingginya 15 meter. Panjangnya 9,92 meter (dinding bagian utara), 10,25 meter (selatan, 11,85 meter 9 timur, dan 12,7 meter (barat). Sebuah bangunan yang teramat sederhana dan jauh dari kesan monumental, sebagaimana halnya mahakarya seni arsitektur dunia yang membuat berdecak. Namun, ia mampu membuat air mata jutaan umat menetes dan hati begetar takjub akan kebesarannya saat menataapnya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Ka’bah sebagaimana yang diceritakan di atas tentunya merupakan rahasia Allah. Sementara kita hanya bisa mengambil hikmah di balik peristiwa yang terkadang masih jauh dari dasar rahasia tersebut. Mungkin dengan peristiwa tersebut, Allah ingin memberitahu kita bahwa hanya Dialah yang Abadi yang tak pernah rusak dimakan waktu dan hukum alam. Menjadikan Ka’bah sebagai Baitullah yang suci dan kiblat shalat tidak berarti menempatkannya pada posisi kesucian-Nya.

Barangsiapa menyembah Allah SWT, maka sesungguhnya Dia adalah Maha Kekal. Inilah suatu bukti bahwa umat Islam dilarang menyembah Ka’bah sekalipun Allah memerintahkan shalat menghadapnya (kiblat). Kejadian ini merupakan peringatan bagi semua umat manusia bahwa Islam bukanlah penyembah Ka’bah, karena ia adalah makhluk Allah yang diciptakan, tidak berdaya dalam menghadapi kejadian alam berupa banjir.taq/ass

2 thoughts on “Sejarah Rekonstruksi Kakbah

  1. silahul mukmin mengatakan:

    Ya Allah, kapan saya sekeluarga ditakdirkan dapat menunaikan ibadah haji dan ziarah pada nabuMu yang mulia……………….???

  2. abidin Fattah mengatakan:

    jikalau menyadari bahwa kita adalah bagian dari ciptaanNya tak ada yang perlu diragukan dengan ka’ba dengan segala keajaibannya. maha suci Allah yang telah menciptakan alam san segala isinya. Allahu akbar,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: