Menghidupkan Rifaiyah

Tinggalkan komentar

Maret 5, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Menghidupkan Rifaiyah adalah sebuah pekerjaan besar yang memerlukan curahan keringat, kucuran semangat, hingga tetesan darah dan air mata. Keikhlasan dalam pengabdian merupakan pilar utama dalam mensukseskannya. Mulai dari para pembesarnya hingga para kawulo alitnya musti bergerak dengan satu langkah dan komitmen untuk membangun Rifaiyah. Segala macam perbedaan pendapat haruslah diarahkan untuk menjadikan Rifaiyah semakin indah dan mengakar kuat, bukan justru memporak-porandakan Rifaiyah. Dan menurut hemat kami, langkah dan upaya untuk menghidupkan Rifaiyah sangat beragam, sesuai dengan kapasitas serta kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing pribadi Jamaah Rifaiyyah. Para Kiyai yang membidangi masalh keagamaan, bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pembinaan kader dan mental masyarakat, atau bahkan mungkin memberikan rekomendasi sebuah keputusan hukum fikih kepada MUI. Para ekonomnya bisa ikut menciptakan formula jitu untuk mendesign ekonomi di badan Organisasi Rifaiyyah dan orang-orang seperti kami yang tidak punya keahlian khusus dalam disiplin ilmu, bisa berpartisipasi mempublikasikan Rifaiyah ke seluruh elemen masyarakat dengan membuat blog atau sejenisnya.Maka terlalu naif kalau tidak bisa dikatakan sebuah kebodohan apabila kita merasa bahwa hanya orang-orang penting sajalah yang berjuang memajukan dan menghidupkan Rifaiyah, sebab tanpa hubungan yang sinergis antara seluruh jamaah Rifaiyah maka mustahil Rifaiyah bisa hidup dan berkembang seperti era Syaikhuna KH Ahmad Rifa’i.

Sebagian diantara kita kadang merasa silau dengan hasil kerja yang telah ia lakukan dan merasa bahwa ia telah melakukan suatu langkah besar demi kemajuan Rifaiyah. Sehingga orang semacam ini akan meremehkan usaha orang lain yang dianggapnya belum apa-apa dibanding dengan dirinya. Sikap semacam ini memang menggejala dikalangan para punggawa Rifaiyah, cepat merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan dan enggan untuk memberikan apresiasi terhadap upaya lain yang mungkin tidak sejalan dengan pola pikirnya. Padalah organisasi itu ibarat sebuah lokomotif yang dapat melaju apabila semua komponen dapat berfungsi dengan baik. Sehebat apapun seorang masinis kalau mesinnya rusak, maka kereta tidak akan bisa melaju.

Dengan bermodalkan SDM yang memadai dan memiliki life skill berbeda-beda, maka ke depan bukan tidak mungkin Rifaiyah akan mampu berkiprah dalam percaturan sejarah Indonesia bahkan dunia, dengan catatan semua elemen masyarakat dapat saling bekerja sama sesuai dengan kompetensinya untuk menghidupkan Rifaiyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: