Ikhlas Dalam Tinjauan KH Ahmad Rifa’i

Tinggalkan komentar

Maret 6, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Definisi ikhlas yang dikemukakan oleh KH Ahmad Rifa’i adalaha sebagai berikut :

Ikhlas tegese makna tarajumah tinemune

iku bebersih istilah maknane

iku bersihaken ati ing Allah nejane

gawe ngibadah ora keno nejo liyane ( Riayah Akhir )

terjemahannya :

Ikhlas secara etimologi artinya membersihkan. Sedangkan menurut istilah, ikhlas berarti membersihkan hati agar ia menuju kepada Alloh semata. Yakni dalam melakukan ibadah, hati tidak boleh menuju kepada selain Alloh.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa , ikhlas adalah kesucian hati dalam beribadah dan beramal untuk menuju kepada Allah semata. Ikhlas adalah suasana kejiwaan yang mencerminkan motivasi batin ke arah beribadah kepada Alloh dan ke arah membersihkan hati dari kecenderungan untuk melakukan suatu perbuatan  yang tidak menuju kepada Alloh, atau dengan kalimat lain, ikhlas berarti ketulusan  niat untuk berbuat hanya karena Allah, semata-mata memenuhi panggilan Alloh. Seseorang dikatakan ikhlas manakala, dalam melalkukan perbuatannya, ia selalu didorong oleh niat untuk berbakti kepada Alloh dan bentuk perbuatannya itu sesuai dengan koridor syariat Nabi Muhammad Saw. Sifat ikhlas semacam ini merupakan bentuk aplikasi ikhlas terbaik dalam segala dimensi, pikiran ataupun perbuatan.

KH Ahmad Rifai mengklasifikasikan ikhlas menjadi tiga tingkatan, yang pertama yaitu ikhlas awwam yaitu melakukan suatu perbuatan ibadah karena didorong rasa takut terhadap  siksaaan Allah dan mengharapakan atas pahala yang melimpah. Kedua yait ikhlas khawas yaitu melakukan ibadah karena didorong oleh rasa ingin mendekat kepada Allah, dan didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ssuatu dari kedekatanya kepada Allah tersebut. Ketiga ialah ikhlas khawasul khawas yaitu beribadah kepada Allah karena semata-mata didorong oleh suatu kesadaran bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Allah lah sebenar-benarnya Tuhan yang berhak disembah.

Di lihat dari klasifikasi diatas, maka sifat ikhlas golongan pertama dan kedua  masih mengandung pamrih karena masih mengharapkan balasan ALLAH. sementara ikhlas yang ketiga adalah ikhlas yang benar-benar tulus dan murni karena tidak mengharapkan sesuatupun dari Alloh melainkan ridlaNya.Sifat ikhlas yang ketiga ini hanya dimiliki oleh orang yang Arif billah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: