Rahmat bagi Seluruh Alam

1

Maret 15, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


 Rahmat bagi Seluruh AlamCORBIS/ILUSTRASI

Begitu singkat Allah merumuskan fungsi diutusnya Nabi Muhammad ke atas bumi: ”Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) kecuali hanya untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” Lalu pertanyaan introspektif mengusik nurani kita. Kalau itu fungsi utama kerasulan Nabi Muhammad, lalu kita sebagai umatnya yang berkewajiban mentauladani beliau, apa tugas kita dihidupkan oleh Allah di atas bumi? Sudah tentu jawaban yang paling singkat adalah bagaimana usaha kita untuk menjadi rahmat bagi apa pun dan siapa pun, sebagaimana Nabi.

Kalau kita sebagai ayah, maka kita berusaha agar keberadaan kita itu menjadi rahmat minimal bagi anak dan istri. Kalau kita sebagai anak, bagaimana bisa menjadi rahmat minimal bagi orangtua dan teman-teman. Kalau kita sebagai pegawai, bagaimana menjadi rahmat bagi kantor, atasan dan teman-teman sekerja. Kalau kita sebagai petani, bagaimana menjadi rahmat bagi sawah dan tanaman kita sehingga tumbuh dan membuahkan hasil yang baik. Dan demikian seterusnya.

Ternyata fungsi ”menjadi rahmat” dapat menjadi ukuran kualitas kemanusiaan kita. Semakin luas jangkauan rahmat keberadaan kita maka semakin luas pula nilai kemanusiaan kita. Seorang ahli hikmah membuat ukuran yang lebih riil untuk mengetahui kualitas rahmat keberadaan kita. ”Wahai anak keturunan Adam!” katanya, ”Ibumu dulu melahirkan kamu dalam keadaan menangis, sementara orang-orang sekitarmu tertawa bahagia dengan kehadiranmu. Maka kalau kamu mati kelak, matilah kamu dalam keadaan tersenyum, sementara orang-orang di sekitarmu menangis.”

Dari hikmah itu kita bisa mengetahui kadar kualitas kemanusiaan seseorang. Seberapa banyak orang yang menangisi dan ikut berduka cita atas kematian dan kepergian seseorang, maka sebanyak itu pula nilai orang itu. Bila yang menangisi hanyalah anak dan istrinya maka nilai rahmat keberadaannya hanyalah sebatas anak dan istrinya. Bila yang berduka cita seluruh dunia maka nilai kemanusiaannya seluruh dunia.

Dengan demikian, nilai kualitas keberadaan masing-masing manusia tidaklah sama. Sesuai dengan tingkat jangkauan keberadaannya menjadi rahmat bagi orang lain. Seorang ahli hikmah berkata, ”Di antara manusia ada yang seribu sama dengan satu orang, dan ada pula satu sama dengan seribu orang, sesuai dengan tingkat perhatiannya terhadap masalah yang menjadi profesinya.”

Menjadi rahmat maksudnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Kebalikan rahmat adalah niqmah, artinya: kebencian, penyakit, siksaan, murka, dan dendam. Kalau kita tidak menjadi rahmat berarti menjadi niqmah, menjadi pendendam, penyiksa orang lain, pembawa kemelaratan, penyebar sial, dan lain-lain. Orang demikian biasanya, jangankan ada orang yang berduka cita atas kematiannya, bahkan ketika hidup pun, orang lain telah mengharapkan kematiannya.

Sudah tentu kualitas keburukan orang semacam itu tergantung kepada seberapa banyak orang yang mengharapkan kematiannya dan seberapa banyak orang tertawa dan gembira atas kematiannya. Marilah kita berusaha untuk menjadi rahmat bagi orang lain. – ahi

One thought on “Rahmat bagi Seluruh Alam

  1. sugianto mengatakan:

    ketika menyadari akan yang kita bahas, seterusnya adalah menjadikan dan menerjemahkan itu semua menjadi gerak hidup sehari-hari, insyallah,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,553 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: