Dinar, Antara Flu Babi dan Mata Uang

Tinggalkan komentar

April 29, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


Isu Flu Burung –terutama flu babi—telah ikut membuat repot perekonomian global. Tetapi dinar tak pernah terusik oleh isu apapun Hidayatullah.com–Flu BabiBelum juga krisis finansial berakhir, dunia sudah dikejutkan dengan potensi krisis berikutnya yaitu krisis Flu Babi. Menurut estimasi Bank Dunia yang disiarkan CNBC kemarin malam, bila krisis ini menjadi pandemic global – maka dampak kerugian ekonomis yang ditimbulkannya bisa mencapai US$ 3 trilyun atau dapat memotong GDP negara-negara di dunia sampai 5 %. Pada saat Flu Burung yang hanya merebak di Asia Tenggara saja pada tahun 2003, negara-negara di kawasan ini mengalami penurunan GDP rata-rata 0.6 %. Pada awal krisis Flu Babi ini yang sudah terkena dampaknya antara lain adalah : Enam negara sudah melarang impor daging apa saja dari sebagian negara bagian Amerika Serikat. Hotel dan Airlines tiba-tiba mengalami penurunan penjualan yang sangat tajam karena orang menjadi takut bepergian. Penurunan penjualan ini langsung di response juga dengan penurunan saham-saham mereka di bursa saham. Di Mexico City pemerintah setempat sudah menutup seluruh sekolah sampai tanggal 6 Mei Mendatang; sebagian aktifitas bisnis juga sudah mulai ditutup Sejauh ini hanya perusahaan obat seperti Roche dan GlaxoSmithKline yang masing-masing memproduksi Tamiflu dan Relenza – dua obat yang dipercayai masih efektif melawan Flu Babi – yang melonjak penjualannya dan otomatis harga sahamnya. Bila krisis berlanjut maka akan lebih luas lagi aktifitas ekonomi dan sosial yang terganggu, dan bila ekonomi terganggu maka mata uang juga akan terganggu. Negara-negara yang dianggap aman dari Flu Babi ini akan semakin kuat mata uangnya dan sebaliknya negara-negara yang dianggap tidak aman atau tidak mampu mengatasi Flu Babi akan semakin lemah mata uangnya. Untuk sementara mata uang US$ masih tetap kuat di awal krisis Flu Babi ini karena pelaku ekonomi dunia masih berpersepsi bahwa US$ lebih mampu mengatasi krisis ini dibandingkan dengan negara tetangganya, seperti Mexico yang korbannya telah mencapai 149 orang. Namun bila krisis ini ternyata tidak bisa diatasi oleh AS, misalnya dengan jatuhnya beberapa korban meninggal karena positif Flu Babi – maka kepercayaan pasar akan runtuh bersamaan dengan jatuhnya korban tersebut. Ini yang nantinya akan mengganggu keperkasaan mata uang US$. Berbeda dengan uang fiat yang keperkasaannya tergantung dari (persepsi) kekuatan ekonomi suatu negara, uang emas atau Dinar keperkasaannya terletak pada daya beli bendanya itu sendiri. Jadi insyaallah emas atau Dinar akan netral atau tidak akan terkena dampak negatif dari gonjang-ganjing Flu Babi ini. Wa Allahu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 420,503 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • バリフはレビトラジェネリックの代名詞 Mei 10, 2017
    ED治療薬には様々なジェネリック薬が開発されていますが、レビトラ関連で有名なジェネリック薬としては、やはり【バリフ】かシリーズ化されている【ジェビトラ】が有名です。 現在、ジェビトラの製造国であるインドでは、様々な問題点が指摘されており、特許問題でジェビトラシリーズは現在全て生産停止状態となっております。 つまり、ジェビトラジェネリックの代表格は、【バリフ】となっているわけです。 バリフはゼリータイプの物と、通常の錠剤と2種類有ります。 普通のバリフも即効性に優れていますが、ゼリータイプにする事で水無しで服用可能となり、体へ薬剤が吸収されやすいように改良されています。 今後、ジェビトラが販売されていない分、バリフにその需要が流れると考えられています。 バリフブランドの確立ですね。 元々、バリフを製造している製薬 […]
%d blogger menyukai ini: