Menanti Kekompakan Santri Tarajumah

1

Mei 2, 2009 oleh RIFA'I AHMAD


ahmadAku besar dilingkungan Rifaiyah, ayah dan ibuku juga warga Rifaiyah begitu juga dengan semua saudaraku, mereka Rifaiyah tulen. Akan tetapi coba tanyakan kepada mereka siapa nama ketua umumnya? Siapa pengurus wilayah dan cabangnya ?. Mereka pasti serentak akan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti. Ironis memang, seorang ketua umum yang dipilih dengan menghabiskan dana milyaran rupiyah tersebut tidak dikenal oleh warganya sendiri.

Pesta muktamar yang begitu bergaung dan menggairahkan di awal pelaksanaannya tiba-tiba mengkerut dan tidak bertaji sama sekali. Euforia yang ditampilkan tiba-tiba tenggelam ditelan gelombang “kesibukan” masing-masing. Pengurusnya kembali dalam aktifitas semula dengan tanpa menoleh sedikitpun pada amanah organisasi yang dipikulnya.

Penulis tidak serta merta menyalahkan mereka, sebab mereka memiliki tanggung jawab untuk menafkahi anak dan istrinya. Sementara Rifaiyah sebagai sebuah organisasi tidak bisa memberikan jaminan hidup apapun kepada para pengurusnya. Amal usaha Rifaiyah sebagai tulang punggung dalam sektor ekonomi mandeg total. Semua program yang dicanangkan untuk menggenjot sektor ekonomi lumpuh dan nyaris tak dapat berkutik. Sehingga seluruh pengurusnya terpaksa harus merogoh kantong pribadinya untuk menjalankan kewajiban organisasinya tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwa mandegnya semua program Rifaiyyah yang dicetuskan lewat Muker adalah ketidak kompakan pengurusnya, mereka tidak dapat bekerja sepenuh hati dalam menyukseskan program organisasi, lebih-lebih jika yang menjadi ketua umumnya adalah bukan dari golongan orang yang dijagokannya. Rasa memiliki terhadap ormas Rifaiyah ini memang sudah mulai luntur, tradisi saling mengasihi yang dicontohkan oleh KH Ahmad Rifa’i seakan hanya menjadi penghias cerita disela-sela pengajian rutinan saja. Orang-oarang yang memiliki potensi dan kapabilitas dalam berorganisasi saling cakar dalam rangka merebut pengaruh, akibatnya adalah program-program yang telah dicanangkan terabaikan bahkan tercampakkan dalam agendanya.

Menurut hemat penulis, kekompakan dan perasaan sebagai saudara seiman serta hasrat yang kuat untuk memajukan Rifaiyah merupakan kunci utama kebangkitan Rifaiyah, selagi hal ini tidak dapat terwujudkan, maka mimpi untuk memajukan Rifaiyah adalah sebuah Mission impossible. setelah itu baru sektor ekonomi dibangkitkan sebab ekonomi dalam organisasi adalah ibarat roda yang akan menggerakkannya menuju tujuan yang dicita-citakan.Sebenarnya semua aspek yang menjadi kegiatan Rifaiyyah bisa dijadikan sebagai amal usaha yang mengarah pada penguatan sektor ekonomi asal dapat dikelola dengan baik, jujur, amanah dan penuh tanggung jawab. Mulai dari iuran wajib anggota, iuran sukarela, wakaf, majelis taklim, madarasah, sekolahan dan usaha-usaha lain. Sekali lagi yang terpenting adalah konsolidasi dan kekompakan  antara pengurus, mulai dari pusat sampai ranting, sehingga setiap gagasan dari PP akan dapat terus mengalir ke warga Rifaiyah. Mudah-mudahan dengan cara tersebut Rifaiyah dapat berjalan sebagaimana layaknya Ormas lainnya, bukan seperti sekarang organisasi yang tidak seperti organisasi.

Wallahu A’lam

By. Aditya Mahendra

One thought on “Menanti Kekompakan Santri Tarajumah

  1. sayyid alwi bin ahmad arrifa'i mengatakan:

    rifaiyyah bukanlah sebuah organisasi,tapi sebuah tarekat yang telah di jalani oleh kakek buyut saya yang bernama al_habib, al_arifbillah,al_alamah_al_qutb Ahmad bin Ali Ar_rifa’i.
    syukron kasiron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: