NU: “SMS Premiun Call” adalah Judi

Tinggalkan komentar

Agustus 26, 2009 oleh Huruf


SURABAYA — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai kuis berhadiah melalui SMS atau “SMS Premium Call” di televisi selama Ramadhan adalah judi.”Itu karena harga normal SMS hanya Rp150, tapi dijual Rp2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah,” kata Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, kepada ANTARA di Surabaya, Senin.

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu.

“Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah,” katanya.

Bahkan, katanya, bila fasilitas “premium call” itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu tiga menit.

Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir

“Kalau kita seharian tidak tidur dan hanya nonton televisi, maka kita mungkin akan tergolong orang yang

berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus,” katanya.Ditanya cara mengantisipasi keinginan menonton televisi, ia mengatakan televisi tidak harus dimatikan, asalkan umat Islam yang berpuasa dapat mengendalikan diri.

“Kita harus tahu batas dengan menonton televisi yang berkaitan dengan tayangan yang menambah ilmu agama kita, sedangkan sisanya tetap digunakan untuk bekerja dan beribadah, termasuk membaca Al Quran,” katanya.

Ia mengatakan cara menonton televisi dengan tahu batas itu merupakan hal yang penting, mengingat Ramadhan merupakan bulan “obral” pahala dari Allah SWT.

“Kalau kita menonton televisi terus, kita akan rugi besar, karena pahala benar-benar diobral Allah SWT selama ramadhan, misalnya ibadah wajib dihitung hingga 70 kali lipat, sedangkan ibadah sudah dihitung sebagai ibadah wajib,” katanya.

Namun, katanya, orang yang berpuasa dengan mengendalikan diri dalam keseharian merupakan kelompok minoritas, karena mayoritas orang yang berpuasa justru hanya mendapatkan lapar dan haus.

“Jadi, berpuasa dengan menjadi kelompok minoritas justru bagus, sebab puasanya membuahkan hasil. Ciri orang yang berhasil dalam berpuasa adalah hati-hati dalam kehidupan dan mengembangkan rasa kasih sayang di antara sesama manusia,” katanya. ant/taq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,553 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: