Hikayat Saudagar Permata menjadi Sufi

2

September 13, 2009 oleh Huruf


sufi2Para peneliti Sufi dan Tasawwuf memasukkan nama Al Hasan Ibn Abi Al Hasan Al Bashri sebagai tokoh utama Sufism pada periode awal. Dia lebih dikenal dengan panggilan Hasan Bashri, pada mulanya adalah seorang saudagar berbagai perhiasan permata, sehingga orang mengenalnya sebagai Hasan Permata. Karena permata yang diperdagangkannya bermutu tinggi, dia memiliki pelanggan dari kalangan atas kerajaan dan sempat dekat dengan Perdana Menteri  Kerajaan Byzantium.

Pada suatu hari Perdana Menteri mengajak sobatnya tersebut ke suatu tempat di tengah padang pasir dengan menunggang kuda, menuju kearah dimana terletak sebuah tenda. Tenda tersebut nampak indah karena terbuat dari kain brukad halus buatan Byzantium dengan rentangan tali sutera yang diikatkan pada patok-patok yang dilapisi emas murni. Sementara Hasan asyik mengagumi tenda yang berkilauan itu, tiba-tiba muncul pasukan pengawal yang bersenjata lengkap membentuk formasi melingkar mengelilingi tenda, memberi hormat kemudian mengucapkan beberapa kalimat lalu pergi dari tempat tersebut. Tidak berapa lama hadir beberapa pejabat tinggi dan staff ahli yang terdiri dari ilmuwan dan para filosof; mereka memberi hormat, mengucapkan beberapa kalimat kemudian meninggalkan tempat tersebut. Setelah itu tiba giliran beberapa gadis pembawa nampan emas dan perak berisi permata mutu manikam mengelilingi tenda, memberi hormat kemudian mengucapkan beberapa kalimat lalu pergi.

Hasan Bashri tidak habis berpikir apa makna dari ritual yang dilihatnya tadi. Baru pada perjalanan pulang dia memperoleh penjelasan dari Perdana Menteri bahwa ritual tersebut adalah upacara penghormatan sekaligus pernyataan bela sungkawa kepada jenazah yang dimakamkan di dalam tenda tersebut. Jenazah tersebut adalah putera Kaisar Byzantium, seorang pangeran muda yang tampan, gagah berani dan cerdas. Dia dibanggakan sang ayah sebagai calon penggantinya, disamping penampilan fisik yang mempesona, pangeran menguasai beberapa ilmu pengetahuan termasuk filsafat.

Pangeran meninggal karena sakit, meskipun beberapa orang tabib terkemuka sudah berusaha menyembuhkannya tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Sang permaisuri menanggung derita dan kesedihan yang dalam, demikian pula halnya dengan kaisar yang sangat mencintai puteranya tersebut. Untuk mengenang pangeran dibuatlah tenda yang indah diatas makamnya, dimana setahun sekali diadakan upacara ritual untuk mengenang dan menghormati pangeran, dimana peziarah mengitari tenda dan mengucapkan kalimat-kalimat duka sebagai penghormatan.

Kalimat-kalimat yang diucapkan pasukan tentara, para ilmuwan dan gadis-gadis pembawa permata mutu manikam, ternyata berisi ungkapan penyesalan atas ketidak mampuan mereka sebagai prajurit yang gagah berani, sebagai ilmuwan yang memiliki ilmu tinggi, sebagai gadis-gadis yang bersedia mempersembahkan seluruh perhiasan yang dibawanya untuk menebus kematian sang pangeran, namun semuanya tidak berdaya.

Kemudian Perdana Menteri melanjutkan penjelasannya kepada Hasan Permata, bahwa bila Kaisar menziarahi putera yang sangat disayanginya tersebut, dia juga mengungkapkan ketidak mampuannya mengatasi kematian pangeran, walaupun dia telah mendatangkan prajurit-prajurit pilihan, para ilmuwan dan ahli filsafat serta bersedia menyerahkan permata dalam jumlah sangat banyak.

Hasan Bashri terus merenung, terbayang kembali apa yang disaksikannya, tenda yang indah bertali sutera yang ditautkan pada tonggak keemasan, prajurit yang gagah perkasa, para ilmuwan dan ahli filsafat yang menundukkan kepala, dan perhiasan mutiara, intan permata berkilaun ditimpa cahaya matahari gurun serta gadis-gadis pembawa baki permata yang berjalan perlahan mendekati tenda kemudian pergi; serta wajah Perdana Menteri yang nampak murung dan berbicara pelan sewaktu menjelaskan arti upacara yang telah disaksikannya.

Tanpa disadarinya Hasan Bashri sudah memasuki kota Basrah tempat tinggalnya dengan membawa hikmah kisah yang sangat mendalam tertanam dalam kalbunya.

Betapa kini dia menyadari makna hidup yang sesungguhnya, makna ke fana an dari kehadiran seseorang yang paling dicintai dan makna dari ketidak berdayaan kekuasaan atas kekuatan, kepandaian dan kekayaan duniawi atas kehendak dan kejadian yang telah ditetapkan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa.

Sejak saat itu, kehidupan Hasan Bashri mengalami perubahan yang drastis, dia lebih banyak tinggal di masjid, beribadah dan berdzikir memuji dan mengakui kebesaran Illahi. Kegiatannya sehari-hari lebih banyak mendekat pada amal-shalih untuk kemaslahatan ummat dari pada mengejar keuntungan bagi diri sendiri. Masyarakat sekitar pada waktu itu mengagumi dan menaruh hormat kepadanya lebih dari sebelumnya dan para ulama menyatakan bahwa Hasan Bashri adalah perintis dan pelopor Sufi pada jamannya.

2 thoughts on “Hikayat Saudagar Permata menjadi Sufi

  1. Muhibbuddin mengatakan:

    Kok aneh ya? padahal kan sejak remaja Hasan Al- Bashri udah dikenal ke ulama’anya, itupun yang meng ACC sayyidina Ali.

  2. refa mengatakan:

    Kisah yang mengharukan dan inspiratif. Hasan Al Bashri dikemudian hari juga dikenal sebagai ulama tabi’in yang paling terkemuka.

    Terimakasih sudah berbagi kisah yang indah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rated

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 404,891 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan dianggap tidak setara dengan pengusaha. Sering pengusaha terlalu kuat menjadikan buruh hanya sekedar sapi perah. Untuk itulah pemerintah hadir agar pengusaha […]
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Mei 1, 2015
    Tanbihun.com– “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri dan membuat pengakuan bahwa dialah yang mengirim Mary Jane untuk membawa Narkoba tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. B […]
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior April 26, 2015
    “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com– Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rojii […]
%d blogger menyukai ini: