JAHILIYYAH MODERN

Tinggalkan komentar

September 14, 2017 oleh RIFA'I AHMAD


Zaman kegelapan, penindasan, kedzaliman dan kebejadan moral lainnya selalu dinisbatkan kepada era Jahiliyyah. Sejarah memang mencatat bahwa komunitas manusia Arab sebelum nabi Muhammad diutus adalah komunitas barbar. Dalam Rokhiqul Mahtum, Shofiyyur Rahman Al Mubarokfury menggambarkan bahwa zaman itu dipenuhi dengan penindasan, ketidak adilan dan kedzaliman. Hokum hanya tegak kepada yang miskin, eksplorasi dan eksploitasi perempuan sudah menjadi tradisi yang mengakar, bahkan perempuan dianggap seperti benda yang dapat ditukar ataupun diwariskan kepada ahli warisnya.

Kebejadan moral masyarakat jahiliyyah kala itulah yang kemudian menjadikan tolok ukur untuk menyebut suatu masa setelahnya dengan sebutan jahiliyyah apabila zaman tersebut mengalami dekadensi moral akut, seperti zaman jahiliyyah atau lebih parah darinya. Pemikir Islam kontemporer dan kontroversi Syaikh Muhammad Abduh bahkan pernah menyebut zaman sekarang ini sebagai zaman jahiliyyah ( jahiliyyah fi qornil ishri ). Lebih lanjut Prof. Quraish Shihab menegaskan bahwa zaman sekarang lebih jahiliyyah dibandingkan dengan masa dimana nabi Muhammad belum diutus. Jahiliyyah tempo dulu, ketika membunuh bayinya mereka selalu melakukannya sendirian dan dikuburkan dengan layak, namun jahiliyyah sekarang yang membunuh bisa bertiga, pasangan selingkuh, dokter serta asistennya, dan tragisnya jabang bayi hasil aborsi tersebut dibuang di tong sampah ataupun selokan. Hal ini mengindikasikan bahwa zama n sekarang lebih jahiliyyah disbanding dengan zaman dulu.

Al-qur’an menjelaskan tentang tipologi jahiliyyah dan karakternya dalam empat surat yang berbeda.  Alloh berfirman :

افحكم الجاهلية يبغون ومن احسن من الله حكما لقوم يوقنون

 

Apakah hukum jahiliyyah yang mereka inginkan. Tidak ada hukum yang lebih baik dibanding hukum Allah bagi kaum yang yakin ( Al. Maidah :50).

Hukum jahiliyyah adalah hukum penindasan, ketidak adilan, kesewenang-wenangan dan kedzoliman. Siapapun yang kuat maka ia akan menguasai yang lemah. Aturan hanya ditegakkan atas orang-orang miskin sementara orang-orang kaya dan para pejabat tidak mempan  hukum. Kondisi semacam ini sudah marak dinegara ini, dimana para penegak hokum hanya garang di depan rakyat kecil akan tetapi mengkerut bila berhadapan penguasa. Hokum seolah hanya aturan buat rakyat saja bukan untuk pejabat. Masih ingat dalam benak kita, bagaimana hakim dan kroni-kroninya begitu antusias untuk menghukum seorang anak yang dituduh mencuri sandal jepit. Akan tetapi penggarong triliyunan uang rakyat dibiarkan hidup tentram. Hal ini disebabkan karena hokum yang kita pakai sekarang adalah hokum warisan colonial produk dari kaum kafir yang jahiliyyah.

Jahiliyyah yang kedua yang di kemukakan oleh Al Qur’an adalah :

tbös%ur ’Îû £`ä3Ï?qã‹ç/ Ÿwur šÆô_§Žy9s? yl•Žy9s? Ïp¨ŠÎ=Îg»yfø9$# 4’n<rW{$# (

  1. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.( Al-Ahzab: 33 )

Kaum jahiliyyah mereka suka tabarruj yaitu menampakkan sesuatu yang tidak layak ditampakkan. Mereka memamerkan kalung dan gelang yang ia miliki dengan membuka lehernya. Pakaian yang ia pakai adalah pakaian sopan dan rapi, hanya saja mereka tidak mengenakan jilbab, meskipun demikian mereka tetap disifati oleh Alloh sebagai kaum jahiliyyah. Sementara zaman sekarang, perempuan-perempuan muslimah tidak jengah untuk keluar malam bahkan tidak jarang pulang pagi. Mereka juga membuka aurat lebih parah dibandingkan dengan wanita jahiliyyah kala itu. Urat malu yang mereka miliki seolah putus, sebab mereka bangga apabila perhiasan-perhiasan pribadi yang ia miliki tersebut dilihat dan disaksikan oleh orang lain.

Jahiliyyah selanjutnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah hamiyyatul jahiliyyah, sebagaimana firman Alloh dalam Al-qur’an :

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ

  1. ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah .(Al Fath: 26)

Kesombongan jahiliyyah yaitu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Orang-orang jahiliyyah pada waktu itu selalu merasa dirinyalah yang paling benar sehingga akan menolak kebenaran yang disampaikan oleh orang lain. Sehingga ketika risalah kenabian datang mereka dengan angkuhnya menolaknya. Dewasa ini, para elit pemerintahan kitapun dihinggapi penyakit hamiyyah al jahiliyyah ini mereka merasa yang paling kompeten dan paling tahu tentang urusan pemerintahan sehingga ketika datang masukan dari orang lain, maka emosi dan kesombongannya bangkit untuk menolaknya diiringi dengan sikap mencibir dan merendahkan orang yang member masukan tersebut.

Jahiliyyah yang terakhir yang disebut Al-qur’an adalah dhonnal jahiliyyah. Alloh berfirman :

وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ

sedang segolongan lagi[242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah[Ali Imron : 154]

Orang jahiliiyah mengira bahwa jika Nabi Muhammad betul-betul seorang Rasul, maka ia tidak mungkin kalah dari peperangan. Mereka buruk sangka sama Alloh, mereka menyangka bahwa Allah tidak menyayangi RasulNya.saat ini betapa banyak diantara kita, ketika tertimpa suatu musibah maka kita akan buruk sangka kepada Alloh, seolah-olah Alloh telah mendholimi kita. Padahal Alloh sekali-kali tidak pernah berlaku dholim, tapi diri mereka sendirilah yang mendholimi dirinya.

Wallohu a’lam

 

 

dukun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mau tahu ajaran KH.Ahmad Rifa’i?

Kategori

Top Rating

Info Blog’s

Tamu Kita

Sudah Dikunjungi :

  • 424,614 netter

RSS TANBIHUN.COM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: